Menjalin hubungan lebih dari satu tahun tentu bukan waktu yang singkat. Ada banyak momen yang sudah dilewati bersama, dari suka hingga duka. Namun, bagaimana jika pasangan tiba-tiba berubah ketika menjalani PKL atau magang? Yang awalnya perhatian, jadi cuek. Yang dulu selalu ada, kini mulai menghilang. Dan yang lebih menyakitkan, ternyata ada orang lain di tempat PKL yang diam-diam mengisi posisinya.
Kamu mungkin mendengar alasan klasik, seperti:
“Aku harus fokus ujian.”
“Aku butuh waktu buat diri sendiri.”
“Aku gak bisa melanjutkan hubungan ini sekarang.”
Namun, di balik alasan itu, ada kenyataan pahit yang harus dihadapi—dia telah menemukan seseorang yang baru.
PKL dan Magang, Ujian untuk Hubungan yang Sesungguhnya
Masa PKL atau magang bukan sekadar pengalaman kerja, tetapi juga ujian dalam hubungan asmara. Banyak pasangan yang tak menyadari bahwa rutinitas baru, lingkungan berbeda, dan interaksi dengan orang baru bisa mengubah perasaan seseorang.
Di tempat PKL, dia bertemu banyak orang, termasuk lawan jenis yang mungkin lebih sering ada di sekitarnya dibanding kamu. Intensitas pertemuan dan komunikasi bisa membangun kedekatan emosional tanpa disadari. Inilah yang sering membuat seseorang goyah dalam komitmennya.
Namun, jika dia benar-benar serius dengan hubungan ini, PKL seharusnya tidak menjadi alasan untuk berubah. Justru, ini bisa menjadi momen untuk saling percaya dan mendukung satu sama lain.
Cara Move On dari Pasangan yang Menggunakan Alasan Ujian untuk Pergi
Ditinggalkan dengan alasan yang terdengar masuk akal memang bikin dilema. Namun, kamu harus sadar bahwa seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan mudah melepaskan hubungan hanya karena fase baru dalam hidupnya. Jika dia bisa dengan mudah menggantikanmu, artinya dia memang tidak sekomitmen yang kamu kira.
Berikut cara move on yang bisa kamu coba:
- Terima Kenyataan dengan Lapang Dada
Jangan menyangkal atau mencari alasan lain untuk membela dia. Jika dia memilih pergi, itu artinya dia sudah tidak ingin memperjuangkan hubungan. Terimalah bahwa tidak semua orang bisa bertahan seperti yang kamu harapkan. - Berhenti Menghubunginya
Jangan memohon atau mencari cara untuk tetap berkomunikasi dengannya. Jika dia sudah membuat keputusan, biarkan dia pergi tanpa perlu kamu kejar. Hargai dirimu sendiri dengan tidak mengemis perhatian dari seseorang yang sudah tidak ingin bertahan. - Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang di Tempat PKL-nya
Pikiran seperti “Aku kurang apa?” atau “Dia lebih baik dari aku?” hanya akan menyakiti diri sendiri. Setiap orang punya keunikan masing-masing, dan jika dia lebih memilih orang lain, itu bukan berarti kamu kurang berharga. - Alihkan Fokus pada Diri Sendiri
Gunakan waktu ini untuk memperbaiki diri, mengejar impian, atau bahkan mencari pengalaman baru. Ingat, hidupmu tidak berhenti hanya karena seseorang memilih pergi. - Buka Hati untuk Hal Baru
Setelah kamu benar-benar sembuh, jangan takut untuk membuka hati kembali. Tidak semua orang akan memperlakukanmu seperti dia. Ada seseorang di luar sana yang siap menghargai dan mencintaimu dengan tulus.
Jangan Biarkan Seseorang yang Mudah Pergi, Menghancurkan Kepercayaan Dirimu
Kehilangan seseorang yang pernah kita sayangi memang menyakitkan, tapi lebih baik kehilangan seseorang yang tidak setia daripada terus mempertahankan hubungan yang sudah retak.
Jangan biarkan pengalaman ini membuatmu takut untuk mencintai lagi. Justru, jadikan ini sebagai pelajaran bahwa hubungan yang sehat tidak akan mudah goyah hanya karena jarak atau lingkungan baru. Percayalah, suatu saat kamu akan bertemu dengan seseorang yang memilih untuk tetap tinggal, bukan mencari alasan untuk pergi.