Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Kisah Nyata

Hampir Jadi Pelakor Karena Mabar

Hampir Jadi Pelakor Karena Mabar
2

Aku mahasiswa semester akhir. Hidupku saat itu isinya cuma dua hal skripsi dan game. Skripsi bikin stres, game jadi pelarian paling waras. Setiap kali revisi bikin kepala mau meledak, aku buka game online yang playernya bejibun itu. Kalian pasti tahu lah game apa, yang kalau mabar bisa lupa waktu sampai ayam berkokok.

Biasanya aku main duo atau trio sama teman real life. Party lima orang itu jarang, karena lawannya jadi makin ganas. Jadi seringnya slot kosong diisi random player. Nah dari random inilah cerita konyol ini bermula.

Suatu match, kami dapat satu random. Mainnya jago, tapi kalem. Tidak banyak bacot, tidak banyak gaya. Setelah match selesai, dia DM aku minta diajak join room lagi. Ya sudah, kupikir lumayan nambah tim. Sejak itu kami jadi sering mabar.

Nama in game-nya seingatku Tamsy. Atau Tamzi. Atau Tamsi. Pokoknya mirip mirip itulah. Sampai sekarang aku pun tidak yakin.

Anehnya, selama berbulan bulan mabar, kami tidak pernah tukeran sosial media. Dia tidak minta, aku juga gengsi mau minta. Masa iya cewek duluan yang minta sosmed. Harga diri anak semester akhir masih dijaga walau skripsi sudah bikin mental hancur.

Tapi lama lama rasanya kok beda. Main bareng dia itu rasanya lebih seru. Kalau dia online, aku semangat buka game. Kalau dia tidak online, rasanya hambar. Padahal kami tidak pernah chat intens, tidak pernah deep talk, bahkan nama aslinya saja aku tidak tahu. Lucu banget.

Aku terus mengingatkan diri sendiri jangan baper karena game. Ini cuma game. Ini cuma suara dan karakter digital. Tapi kenyataannya, tiap aku tidak online karena sibuk skripsi, dia malah nanyain aku ke temanku yang juga teman real life. Katanya Tamsy nyariin.

Di situ aku mulai baper. Parah.

Satu Kalimat yang Bikin Sadar dan Malu Seumur Hidup

Perasaanku tumbuh diam diam. Aku nikmati sendiri. Tidak pernah cerita ke siapa siapa. Waktu mabar pun aku tetap biasa saja. Ketawa tidak berlebihan, ngomong tidak heboh. Dia tipikal pendengar yang sesekali ketawa kecil. Justru itu yang bikin nyaman.

Sampai satu malam yang sangat menentukan harga diriku sebagai perempuan waras.

Kami cuma bertiga. Aku, temanku, dan dia. Seperti biasa kami yapping tidak jelas. Temanku tiba tiba nyeletuk 

“tumben tidak on mic Tam?”

Lalu dia ngetik di chat tim.

"Bini gue belum tidur."

Aku langsung diam. Rasanya seperti ditampar pakai sendal swallow.
Jantungku turun ke perut. Malu, kaget, nyesek, campur aduk jadi satu. Di kepalaku cuma ada satu kalimat.

Ya Allah hampir saja aku jadi pelakor digital.

Untungnya dia tidak pernah tahu aku suka. Untungnya aku tidak pernah flirting. Untungnya aku cuma diam diam saja. Kalau sampai aku centil sedikit saja di game itu, mungkin sekarang aku sudah masuk daftar dosa paling memalukan seumur hidup.

Setelah match itu aku langsung off. Besoknya tidak buka game. Besoknya lagi juga tidak. Sampai akhirnya aku berhenti main berbulan bulan dengan alasan fokus skripsi, padahal aslinya malu sama diri sendiri.

Lucunya, yang bikin aku jatuh hati itu cuma suara, cara dia main, dan fakta dia nyariin aku lewat temanku. Itu saja. Bahkan muka, nama asli, akun Instagram, semuanya nol informasi.

Kadang kalau ingat kejadian itu aku cuma bisa ketawa sendiri. Bisa bisanya aku baper sama orang yang eksistensinya cuma berupa karakter di layar dan suara di headset.

Jadi kalau kalian pernah ngerasa baper sama teman mabar, tenang. Kalian tidak sendirian.

Tapi semoga tidak ada yang sampai sebodoh aku.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post