Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Selingkuh bukan hanya soal ketahuan berduaan di tempat gelap. Banyak tanda yang muncul jauh sebelum semuanya terlihat jelas. Penelitian hubungan dan psikologi sosial telah mengidentifikasi pola perilaku yang sering muncul pada pasangan yang tidak setia. Perlu diingat, tanda-tanda ini bukan bukti mutlak, tapi sinyal yang layak diperhatikan.
Dalam hubungan yang sehat, komunikasi konsisten dan terbuka. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berselingkuh sering tiba-tiba menjadi sulit dihubungi, telat membalas pesan tanpa alasan jelas, atau justru terlalu antusias di waktu yang tidak biasa. Pergeseran pola ini sering mencerminkan usaha menjaga sesuatu dari pasangan.
(Ref: Journal of Social and Personal Relationships)
Privasi itu wajar. Namun studi juga menemukan bahwa individu yang berselingkuh cenderung lebih protektif terhadap ponselnya mengunci layar, menjauhkan saat kamu mendekat, atau selalu mematikan notifikasi suara. Ini jadi sinyal ada sesuatu yang mereka tidak ingin kamu lihat.
(Ref: Computers in Human Behavior)
Perubahan gaya berpakaian, kebugaran, atau rutinitas grooming yang tiba-tiba terutama jika tanpa diskusi sebelumnya bisa jadi tanda mereka mencoba menarik perhatian orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa usaha meningkatkan penampilan sering muncul saat seseorang mencoba menarik minat dari luar hubungan.
(Ref: Evolutionary Behavioral Sciences)
Pasangan yang berselingkuh sering mengalami gelombang emosi dari defensif, mudah marah, tiba-tiba sangat ramah, sampai menarik diri tanpa alasan. Ini sering bukan tentang kamu, tapi konflik internal mereka sendiri. Perubahan emosi yang tak konsisten sering diidentifikasi dalam hubungan tidak setia.
(Ref: Journal of Marital and Family Therapy)
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa intuisi pasangan sering tidak salah. Ketika kamu merasa ada “yang berbeda”, itu bukan sekadar rasa cemburu. Otak kita mampu menangkap pola sosial dan perubahan perilaku yang tidak sepenuhnya sadar. Jadi ketika kamu berkata “ada yang aneh”, perasaanmu mungkin punya dasar.
(Ref: Personality and Social Psychology Review)
Penting diingat tanda-tanda di atas bukan bukti pasti. Selingkuh memiliki banyak konteks, dan perubahan perilaku bisa jadi berasal dari stres kerja, masalah pribadi, atau kesehatan mental. Penelitian mengingatkan bahwa komunikasi tetap jadi langkah pertama bukan konfrontasi instan.
Jika kamu merasa curiga, ajak pasangan bicara secara jujur dan tenang. Fokus pada perasaanmu, bukan langsung menuduh. Apa pun hasilnya, hubungan yang sehat dibangun dari komunikasi terbuka, kejujuran, dan saling menghormati.