Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Mantan VC dengan alasan kepencet padahal udah lost contact hampir setahun itu rasanya campur aduk antara pengen ketawa, kaget, dan sedikit kepikiran. Di satu sisi, teknologi memang bisa iseng. Di sisi lain, kenapa nomorku yang kepencet, bukan grup keluarga atau chat pinjol.
Setahun bukan waktu yang sebentar. Ada fase move on, pura-pura kuat, sampai akhirnya benar-benar biasa aja. Lalu satu panggilan video muncul, lengkap dengan notifikasi yang bikin jantung refleks berhenti setengah detik. Bukan karena cinta, tapi karena trauma yang belum sepenuhnya lupa.
Mari jujur, alasan kepencet itu sudah setara dengan alasan klasik “cuma mau nanya kabar”. Terlalu sering dipakai, terlalu jarang masuk akal. Apalagi kalau selama hampir setahun tidak pernah saling menyapa, tidak pernah salah chat, dan tiba-tiba jari bisa seceroboh itu.
Yang bikin lucu sekaligus nyesek, alasan ini sering datang dari orang yang dulu paling tahu cara masuk ke kepala kita. Seolah ingin membuka pintu tanpa harus bertanggung jawab atas niatnya. Kalau ditanya kenapa nelpon, jawabannya ringan. Tapi dampaknya ke perasaan, tidak pernah sesederhana itu.
VC kepencet sering jadi bentuk cek ombak. Bukan mau balikan, tapi juga belum sepenuhnya ikhlas melihat kita baik-baik saja tanpa dia.
Yang bikin kacau bukan panggilannya, tapi efek setelahnya. Kita jadi kepikiran lagi. Nanya ke diri sendiri, dia kangen atau cuma gabut. Padahal sebelumnya hidup tenang, tidur nyenyak, dan tidak mikirin dia sama sekali.
Mantan seperti ini biasanya datang saat kita sudah tidak menunggu. Bukan untuk menetap, tapi sekadar memastikan dirinya masih punya akses. Dan di sinilah kita diuji. Apakah akan membalas dengan sopan, mengabaikan demi kewarasan, atau justru terjebak di obrolan basa-basi yang ujungnya menggantung lagi.
Ingat, orang yang benar-benar peduli tidak datang dengan alasan kepencet. Dia datang dengan niat jelas dan keberanian mengakui alasan sebenarnya.
Kalau kamu memilih tidak mengangkat atau tidak membalas, itu bukan sikap dingin. Itu tanda kamu sudah belajar. Tidak semua yang datang dari masa lalu pantas diberi ruang lagi di masa sekarang.
Kadang, yang benar-benar kepencet bukan jarinya, tapi egonya yang tidak siap melihat kita baik-baik saja tanpa dia.