Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Hubungan seharusnya bikin tenang, bukan bikin kamu terus merasa salah. Tapi sayangnya, banyak orang terjebak di hubungan toxic tanpa sadar. Awalnya terlihat biasa, bahkan romantis. Lama-lama, kamu capek sendiri, kehilangan diri sendiri, dan mulai mempertanyakan nilai dirimu.
Kalau kamu sering merasa lelah secara emosional, bisa jadi ini bukan cuma fase. Ini 7 tanda kamu masuk di hubungan toxic.
Setiap masalah ujungnya kamu yang minta maaf. Bahkan saat kamu tidak salah, kamu tetap merasa bersalah karena tidak ingin ribut. Ini tanda manipulasi emosional yang halus.
Saat kamu cerita capek atau sedih, dia bilang kamu lebay, terlalu sensitif, atau drama. Lama-lama kamu ragu sama perasaan sendiri.
Minta laporan terus, membatasi pergaulan, dan marah saat kamu punya waktu sendiri. Semua dibungkus dengan kalimat aku cuma khawatir.
Kamu mulai menyaring kata, sikap, bahkan mimpi, demi menghindari konflik. Hubungan berubah jadi ruang penuh tekanan.
Setiap hubungan pasti ada sedihnya. Tapi kalau air mata lebih sering dari bahagia, itu tanda bahaya.
Kamu bertahan bukan karena bahagia, tapi karena harapan. Padahal perubahan tidak bisa dipaksakan.
Hidupmu makin sempit. Teman menjauh, mimpi tertunda, dan kamu lupa versi dirimu yang dulu.
Hubungan toxic tidak selalu berisik. Kadang tenang, tapi menyakitkan. Menyadari kamu ada di dalamnya bukan tanda gagal mencintai, tapi tanda kamu mulai peduli pada diri sendiri.
Kalau kamu merasa relate, ingat satu hal. Kamu pantas dicintai tanpa harus terluka.