Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Saat Masa Lalu Menjadi Bayangan yang Terlalu Nyata
Ada hal yang aneh tentang perasaan manusia — terutama ketika kita pernah terluka. Rasanya seperti tubuh sudah melangkah maju, tapi hati masih tertinggal di tempat kejadian. Tak sedikit orang merasa seperti “dibayangi” oleh masa lalu mereka sendiri. Bukan karena belum move on, tapi karena trauma menciptakan jejak yang dalam.
Perasaan takut yang terus muncul bukan sekadar ketakutan biasa. Ini adalah bentuk pertahanan diri bawah sadar, sebuah alarm bahwa “dulu pernah terjadi sesuatu yang menyakitkan — jangan sampai terulang.” Sayangnya, alarm ini kadang terlalu keras hingga membuat kita tak bisa merasakan bahagia yang baru.
Rasa takut yang membekas seringkali tidak rasional di mata orang lain, tapi sangat nyata dalam kepala kita. Kadang, luka kecil di masa lalu berubah jadi ketakutan besar di masa depan hanya karena tidak kita beri ruang untuk sembuh.
Apalagi ketika luka itu datang dari orang terdekat: pasangan, sahabat, atau keluarga. Kepercayaan yang dirusak oleh seseorang yang kita anggap tempat pulang memang jauh lebih sulit dipulihkan dibandingkan rasa sakit dari orang asing.
Tak ada aturan bahwa kita harus selalu siap menghadapi semuanya. Tapi ketahuilah, setiap kali kamu sadar bahwa masa lalu masih membayangi, itu berarti kamu sedang dalam proses menyadari — dan itu langkah awal untuk sembuh.
Perasaan takut itu valid. Tapi jangan biarkan dia menentukan seluruh arah hidupmu. Kamu punya hak untuk bahagia lagi, dan itu tidak harus sempurna. Cukup perlahan, tapi tetap maju.