Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Tahun lalu, aku masih hafal cara-mu menggenggam tanganku. Masih ingat bagaimana kita tertawa karena hal receh yang sekarang terasa mahal. Dulu, Valentine bukan soal perayaan besar. Cukup duduk berdua, minum sesuatu yang manis, dan saling merasa cukup.
Aneh ya, bagaimana satu tanggal bisa terasa biasa bagi banyak orang, tapi begitu berat bagi satu hati. Timeline penuh bunga, dinner romantis, kado, dan foto berdua. Sementara aku cuma duduk diam, mencoba meyakinkan diri bahwa hari ini hanyalah tanggal biasa.
Padahal tidak pernah benar-benar biasa.
Yang hilang bukan cuma kehadiranmu. Tapi juga kebiasaan kecil yang dulu terasa sepele. Pesan singkat pagi hari. Candaan yang cuma kita berdua yang paham. Rencana-rencana yang sempat kita susun dengan yakin.
Sekarang semuanya tinggal ingatan.
Valentine mengingatkanku bahwa kehilangan itu tidak selalu tentang perpisahan yang dramatis. Kadang hanya tentang dua orang yang pelan-pelan berubah arah. Tidak ada teriakan. Tidak ada pengkhianatan besar. Hanya jarak yang makin panjang dan hati yang makin lelah.
Dan hari ini, rasanya seperti pengakuan bahwa cerita kita memang sudah selesai.
Sedihnya bukan karena aku sendirian. Tapi karena aku pernah punya kamu. Pernah merasa dicintai dengan cara yang sederhana. Pernah yakin bahwa setiap Valentine ke depan akan kita rayakan bersama.
Ternyata tidak semua janji bertahan lebih lama dari perasaan.
Valentine tahun ini mengajarkanku satu hal. Cinta bisa pergi, tapi kenangan tidak ikut hilang. Bahwa aku boleh merindukan tanpa harus kembali. Bahwa aku boleh menangis tanpa harus menyesal.
Aku tidak membencimu. Aku juga tidak membenci hari ini. Aku hanya sedang belajar menerima bahwa tidak semua kisah punya akhir yang kita inginkan.
Mungkin suatu hari nanti, Valentine tidak lagi terasa seperti kehilangan. Mungkin suatu saat aku akan tersenyum tanpa merasa ada yang kurang.
Tapi untuk sekarang, aku hanya ingin jujur pada diri sendiri.
Valentine tahun ini engga sama kamu.
Dan itu masih terasa berat.