Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Pekanbaru – Sebuah peristiwa mengerikan terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, ketika seorang mahasiswi menjadi korban pembacokan oleh rekan sesama mahasiswa yang diduga kuat dilatarbelakangi rasa sakit hati dan dendam. Kejadian ini menarik perhatian publik dan mengundang keprihatinan luas.
Bersumber dari Detik.com, pihak kepolisian menyampaikan bahwa korban yang merupakan mahasiswi semester akhir di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum tengah menunggu giliran sidang proposal skripsi ketika tiba-tiba diserang oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam berupa kapak dan parang. Pelaku yang juga mahasiswa kampus yang sama telah ditangkap dan kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Korban pembacokan, berinisial FAP (23), mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan akibat serangan mendadak dari pelaku bernisial R (21), yang sebelumnya sudah datang ke kampus dengan membawa senjata tajam tersebut. Peristiwa ini berlangsung cepat di depan ruang sidang Fakultas Syariah dan Hukum, dan sempat membuat suasana kampus tegang sebelum akhirnya petugas keamanan serta mahasiswa lainnya mengamankan pelaku.
Polisi menyebut bahwa pelaku sudah memiliki niat untuk melakukan penganiayaan tersebut dan indikasi kuat motivasinya adalah faktor emosional terkait sakit hati. Meski motifnya masih perlu didalami lebih lanjut, keterangan awal menyatakan bahwa tindakan itu timbul dari rasa dendam yang berakar dari urusan pribadi antara pelaku dan korban.
Sementara masih dilakukan pengusutan lebih jauh oleh aparat, dugaan awal menyatakan alasan pelaku melakukan tindakan brutal tersebut berkaitan erat dengan perasaan pribadi yang tidak bisa dikendalikan. Berdasarkan keterangan aparat, pelaku diperkirakan dipicu oleh sakit hati yang mendalam, yang kemudian memicu tindak kekerasan secara ekstrem di lingkungan kampus.
Hal ini menunjukkan bagaimana masalah emosional yang tidak tertangani dengan baik dapat berubah menjadi tindakan yang membahayakan orang lain, bahkan sampai melibatkan kekerasan fisik.
Peristiwa ini terjadi di area kelas dan ruang Fakultas Syariah dan Hukum saat korban tengah fokus mempersiapkan sidang proposal. Polisi mengamankan pelaku bersama barang bukti senjata yang dipakai. Meski motif awalnya sudah terindikasi kuat berkaitan dengan rasa sakit hati, penyidik masih menelusuri dinamika hubungan antara pelaku dan korban untuk memahami secara komprehensif penyebab sebenarnya dari tindakan tersebut.
Korban saat ini dirawat di rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi membaik. Aparat hukum terus menggali keterangan pelaku serta saksi untuk memastikan motif yang mendasari tragedi ini, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.