Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
HTS alias Hubungan Tanpa Status sering bikin banyak orang terjebak di zona abu-abu. Gak jadian secara resmi, tapi semua perlakuannya udah kayak pacaran. Jalan bareng, curhat setiap malam, saling perhatian, bahkan cemburu. Makanya, gak heran kalau akhirnya muncul perasaan yang dalem banget—meski tanpa label.
Dan ketika semuanya tiba-tiba berhenti—entah karena dia deket sama orang lain atau pelan-pelan ngejauh—sakitnya gak kalah dari diputusin. Padahal gak pernah jadian.
1. Kedekatan Emosional
Saat kamu sering ngobrol intens, berbagi cerita pribadi, atau saling dukung di masa sulit, ikatan emosional itu tumbuh. Bahkan, kadang lebih dalam dari hubungan yang ada labelnya. Karena HTS biasanya dimulai dari pertemanan, jadi prosesnya lebih natural, tapi juga lebih membekas.
2. Gak Ada Kepastian = Banyak Ekspektasi
Uniknya HTS, karena gak ada kejelasan, kamu jadi sering menerka-nerka. Apakah dia juga punya rasa? Apakah ini akan berlanjut jadi hubungan serius? Ekspektasi yang terus dibangun dalam diam ini justru bikin kamu makin terikat, makin berharap, dan makin susah move on saat gagal.
3. Rasanya Seperti “Hampir Dapet”
Salah satu hal tersulit untuk dilupakan adalah sesuatu yang hampir jadi. Kamu merasa udah dekat banget buat akhirnya resmi, tapi gak pernah sampai ke titik itu. Rasanya kayak kehilangan potensi bahagia yang sempat digenggam. Dan itu, sakitnya luar biasa.