Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Menikah sering dibungkus dengan romantisme. Cincin, pesta, foto prewedding, dan janji sehidup semati. Tapi di balik itu semua, ada realita yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan rasa cinta. Justru sebelum menikah, obrolan-obrolan yang terasa tidak romantis inilah yang paling penting.
Banyak pasangan gagal bukan karena kurang cinta, tapi karena kurang bicara sejak awal. Berikut lima hal yang wajib dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah, walaupun obrolannya terasa berat.
Menikah bukan cuma soal hidup bersama, tapi ke mana arah hidup itu dibawa. Apakah ingin fokus karier, keluarga, atau seimbang keduanya. Mau tinggal di kota atau pulang ke kampung. Punya target punya anak atau tidak.
Perbedaan visi bukan berarti tidak bisa bersama, tapi jika tidak dibicarakan, bisa jadi bom waktu. Menikah tanpa arah yang disepakati sering berujung saling menyalahkan.
Uang adalah topik sensitif, tapi juga paling krusial. Gaji digabung atau terpisah. Siapa yang mengatur. Bagaimana soal utang, tabungan, dan gaya hidup.
Cinta bisa bertahan tanpa uang berlebih, tapi konflik finansial bisa menggerus perasaan pelan-pelan. Transparansi sejak awal jauh lebih sehat daripada pura-pura aman.
Siapa yang bertanggung jawab soal pekerjaan rumah, pengasuhan anak, dan keputusan besar. Jangan mengandalkan asumsi atau pola keluarga masing-masing.
Banyak konflik muncul karena ekspektasi yang tidak pernah disepakati. Yang satu merasa membantu, yang lain merasa sendirian. Semua itu bisa dicegah dengan obrolan jujur.
Setiap pasangan pasti bertengkar. Yang membedakan hubungan sehat dan tidak adalah cara menyelesaikannya. Apakah terbiasa diam, meledak-ledak, atau menghindar.
Membahas ini penting agar saat konflik datang, tidak saling melukai. Menikah bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana tetap satu tim.
Menikah berarti menyatukan dua keluarga, bukan cuma dua orang. Sejauh mana campur tangan orang tua, batasan yang disepakati, dan cara bersikap jika terjadi konflik.
Topik ini sering dianggap sepele, padahal banyak pernikahan goyah karena tekanan keluarga.
Menikah tanpa membahas hal-hal ini ibarat berlayar tanpa peta. Cinta memang alasan untuk memulai, tapi komunikasi adalah alasan untuk bertahan.