Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Di awal hubungan, kejujuran sering dianggap fondasi utama. Tapi saat masuk ke topik masa lalu, banyak orang mulai ragu. Tidak semua cerita ingin dibuka, tidak semua pengalaman ingin diingat lagi. Lalu muncul pertanyaan besar, perlukah membahas rahasia masa lalu kepada pasangan?
Jawabannya tidak hitam putih. Ada hal yang memang perlu dibicarakan, ada juga yang cukup disimpan. Kuncinya ada di niat dan dampaknya, bukan sekadar jujur tanpa batas.
Masa lalu perlu dibahas jika berpengaruh pada hubungan saat ini. Misalnya trauma yang memengaruhi cara mencintai, pengalaman yang membuat sulit percaya, atau hal-hal yang bisa berdampak langsung pada pasangan. Membicarakannya bukan untuk membuka luka, tapi untuk saling memahami.
Kejujuran di sini membantu pasangan mengerti respons emosionalmu. Kenapa kamu sensitif pada hal tertentu, kenapa kamu butuh ruang, atau kenapa kamu bereaksi berlebihan di situasi tertentu. Dengan begitu, pasangan tidak menebak-nebak.
Selain itu, membahas masa lalu juga penting jika menyangkut nilai dan batas. Hal-hal besar yang bisa jadi deal breaker sebaiknya tidak disembunyikan.
Tidak semua detail masa lalu harus dibagikan. Cerita yang sudah selesai, tidak berdampak, dan hanya berpotensi memicu cemburu atau luka baru, tidak selalu perlu diungkap. Kejujuran bukan berarti membongkar semuanya.
Kadang, terlalu jujur justru jadi bentuk ketidakbijakan. Jika cerita itu tidak membawa solusi atau pemahaman baru, tapi hanya menambah beban emosional, menyimpannya bisa jadi pilihan yang lebih sehat.
Menyimpan bukan berarti berbohong. Itu tentang menjaga batas pribadi dan melindungi hubungan dari hal-hal yang tidak perlu.
Jika memang perlu membahas masa lalu, perhatikan cara dan waktu. Jangan saat emosi tinggi atau sedang bertengkar. Sampaikan dengan tujuan membangun, bukan membela diri atau mencari simpati.
Pasangan yang dewasa akan mendengarkan tanpa menghakimi. Tapi perlu diingat, tidak semua orang siap menerima cerita berat. Pastikan pasanganmu siap, dan kamu juga siap dengan responsnya.
Kesimpulannya, membahas rahasia masa lalu bukan kewajiban mutlak, tapi pilihan yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Hubungan yang sehat tidak dibangun dari rahasia, tapi juga tidak dari keterbukaan tanpa batas.
Yang terpenting, masa lalu tidak seharusnya menjadi senjata untuk melukai, tapi jembatan untuk saling memahami.