Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bahasa gaul merupakan cerminan dari kebutuhan emosional yang sering tidak disadari dalam hubungan modern. Salah satu kebutuhan yang paling umum adalah keinginan untuk diakui dan dihargai. Ketika rasa percaya diri tidak cukup kuat, hubungan sering dijadikan sumber utama untuk merasa berarti. Dari kondisi inilah muncul istilah validation seeking yang banyak digunakan untuk menggambarkan perilaku emosional tertentu dalam relasi.
Validation seeking berarti mencari pengakuan lewat hubungan dengan pasangan atau orang yang disukai. Seseorang dengan pola ini cenderung membutuhkan respons, perhatian, dan pujian untuk merasa aman secara emosional. Tanpa validasi dari luar, ia mudah merasa tidak cukup, tidak dicintai, atau tidak bernilai.
Dalam hubungan, validation seeking sering terlihat dari kebutuhan akan respons cepat, rasa kecewa berlebihan saat diabaikan, atau keinginan terus diyakinkan bahwa dirinya penting. Hubungan tidak lagi menjadi ruang berbagi, tetapi berubah menjadi sumber utama untuk menutup kekosongan emosional.
Perilaku validation seeking biasanya tidak muncul tanpa sebab. Pengalaman masa lalu seperti kurangnya perhatian, penolakan, atau hubungan yang tidak aman dapat membentuk pola ini. Ketika hubungan menjadi satu satunya tempat mencari pengakuan, tekanan emosional pada pasangan pun meningkat.
Dampak validation seeking cukup signifikan bagi dinamika hubungan. Pasangan bisa merasa terbebani karena harus terus memberi pembuktian cinta. Sementara itu, pihak yang mencari validasi sering kali tetap merasa kurang meski sudah diberi perhatian. Hal ini menciptakan siklus ketergantungan emosional yang tidak sehat.
Istilah validation seeking menjadi populer karena banyak orang mulai menyadari pola ini dalam dirinya. Media sosial juga memperkuat kebutuhan akan pengakuan melalui respons, likes, dan komentar. Akibatnya, kebutuhan validasi dari hubungan semakin meningkat dan sulit dipisahkan dari rasa percaya diri pribadi.
Perbedaan antara kebutuhan emosional yang wajar dan validation seeking terletak pada ketergantungan. Kebutuhan emosional yang sehat tetap disertai rasa aman dalam diri. Sementara validation seeking membuat seseorang merasa hancur ketika pengakuan tidak diberikan.
Menghadapi validation seeking membutuhkan refleksi diri yang jujur. Penting untuk membangun rasa berharga dari dalam diri, bukan hanya dari respons pasangan. Hubungan yang sehat seharusnya melengkapi kehidupan emosional, bukan menjadi satu satunya sumber pengakuan.
Dengan memahami arti validation seeking, seseorang dapat mulai membangun relasi yang lebih seimbang. Istilah ini membantu menyadarkan bahwa cinta yang sehat tumbuh dari dua individu yang saling menghargai, bukan dari satu pihak yang terus mencari pengakuan untuk merasa cukup.