Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
HTS atau hubungan tanpa status sering datang tanpa rencana. Awalnya cuma teman ngobrol, lalu nyaman, lalu keterusan. Tidak pacaran, tapi juga tidak benar-benar single. Ada perhatian, ada cemburu, ada rindu, tapi tidak ada kejelasan.
Yang bikin rumit, HTS jarang berumur pendek. Banyak yang bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Pertanyaannya, apa masih layak mempertahankan HTS selama itu?
Alasan paling umum kenapa HTS sulit dilepas adalah nyaman. Tidak ada tuntutan, tidak ada label, tapi kebutuhan emosional tetap terpenuhi. Ada tempat pulang, ada orang yang selalu bisa dihubungi.
Masalahnya, kenyamanan ini sering menipu. Kamu merasa baik-baik saja, padahal perlahan mengorbankan waktu, perasaan, dan kesempatan untuk hubungan yang lebih jelas. Tanpa sadar, kamu setia pada seseorang yang tidak pernah benar-benar memilihmu.
HTS jangka panjang sering menciptakan ilusi seolah hubungan ini akan naik level dengan sendirinya. Padahal kenyataannya, jika dari awal tidak ada arah, waktu tidak selalu mengubah apa pun.
Di sinilah HTS mulai terasa menyakitkan. Saat salah satu mulai berharap lebih, sementara yang lain tetap nyaman di posisi tanpa tanggung jawab. Kamu tidak bisa menuntut, karena memang tidak ada status. Tapi kamu juga cemburu, karena perasaanmu nyata.
Bertahun-tahun di HTS bisa membuat seseorang kehilangan standar hubungan. Yang seharusnya sederhana seperti kepastian dan komitmen, terasa seperti permintaan berlebihan. Ini berbahaya, karena kamu mulai menormalisasi ketidakjelasan.
Lebih parah lagi, HTS sering berakhir sepihak. Salah satu pergi saat menemukan yang “lebih pasti”, sementara yang lain harus menyembuhkan luka sendirian.
HTS layak dipertahankan hanya jika ada arah yang jelas dan disepakati bersama. Jika tidak, yang kamu pertahankan bukan hubungan, tapi kebiasaan. Bukan cinta, tapi takut kehilangan.
Tidak salah berharap. Tidak berlebihan ingin dipilih. Yang perlu ditanyakan ke diri sendiri bukan dia mau ke mana, tapi kamu mau sampai kapan menunggu di tempat yang sama.
Kadang, melepaskan HTS bukan berarti kalah. Justru itu tanda kamu mulai menghargai dirimu sendiri.
Karena hubungan yang sehat tidak membuatmu terus bertanya tentang posisi. Ia membuatmu tenang, bukan menggantung.