Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Kisah Nyata

Ngertiin Semua Orang, Sampe Lupa Diri (People Pleaser)

Ngertiin Semua Orang, Sampe Lupa Diri (People Pleaser)
370

1. Terlalu Baik, Sampai Kehilangan Diri

Ada bedanya antara baik hati dan gak punya batasan. Kalau kamu selalu bilang "iya" buat nyenengin semua orang, padahal kamu capek, kamu marah, atau kamu gak setuju—itu bukan lagi kebaikan. Itu tanda kamu kehilangan kompas diri sendiri.

2. Takut Ditinggal Jadi Alasan Diam-Diam

Banyak people pleaser muncul karena trauma ditinggalin. Kamu rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harga diri, cuma karena takut orang lain gak suka atau pergi. Sayangnya, makin kamu nyenengin semua orang, makin kamu dijauhi orang yang benar-benar tulus.

3. “Gak Enakan” Bukan Alasan Buat Menyakiti Diri Sendiri

Kalimat “aku gak enakan” sering jadi alasan utama buat people pleaser. Padahal itu bisa jadi bentuk paling halus dari menyakiti diri sendiri secara mental. Kamu menahan emosi, menerima perlakuan gak adil, dan bilang “gapapa” padahal udah pengen teriak.

4. Jangan Sampai Kamu Sibuk Jadi Payung Saat Dirimu Lagi Kehujanan

Kamu jadi pelindung buat semua orang, tapi kamu sendiri basah kuyup karena gak ada yang jagain. Stop. Diri kamu juga berhak disayangin, dipahami, dan diutamakan.

5. Bikin Batasan Itu Bukan Egois, Tapi Sehat

Belajar bilang "tidak" itu bukan dosa. Menolak permintaan yang bikin kamu kewalahan bukan berarti kamu jahat. Justru di sanalah kamu mulai belajar: mencintai diri sendiri tanpa harus menyakiti orang lain—dan yang paling penting, gak menyakiti dirimu sendiri.

Kamu gak harus selalu ngerti semua orang. Kamu bukan Google Translate emosi. Kamu juga gak harus selalu ada buat orang lain, apalagi kalau itu artinya kamu menghilang dari hidupmu sendiri. Belajar bilang “tidak”, istirahat, dan mencintai diri sendiri—itu langkah pertama keluar dari perangkap people pleaser.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post