Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Aku tidak tahu sejak kapan hidupku dipenuhi orang-orang yang datang dan pergi. Ada yang hadir dengan niat baik, ada yang sekadar singgah, dan ada juga yang datang membawa rasa nyaman… lalu pergi meninggalkan kekacauan.
Dulu aku pikir, setiap pertemuan pasti membawa kebaikan. Setidaknya pelajaran. Tapi nyatanya, ada pertemuan yang bukan hanya mengajarkan, tapi juga melukai dengan cara yang pelan dan sulit dijelaskan.
Mereka tidak datang dengan niat jahat yang jelas. Bahkan di awal, mereka terlihat mendukung, seolah berada di pihakku. Aku merasa diterima, dimengerti, dan cukup.
Perlahan, semuanya berubah. Kata-kata yang dulu menenangkan mulai terasa menekan. Sikap yang dulu membuatku yakin, justru membuatku ragu pada diri sendiri. Aku mulai sering bertanya dalam hati, “aku kurang apa?”
Aku mencoba memperbaiki diri, menyesuaikan sikap, menurunkan ekspektasi. Tapi semakin aku berusaha, semakin aku kehilangan diriku sendiri. Aku lupa bahwa hubungan, dalam bentuk apa pun, seharusnya membuat kita tumbuh, bukan mengecil.
Yang paling menyakitkan bukan kepergiannya, tapi rasa hancur yang tertinggal. Logikaku berantakan, hatiku capek, dan kepercayaan diriku runtuh tanpa suara.
Di titik ini, aku mulai mengerti satu hal: tidak semua orang datang untuk tinggal. Tidak semua yang hadir benar-benar ingin menjaga. Beberapa hanya hadir untuk menguji seberapa kuat kita bertahan.
Sekarang aku mencoba berdamai. Menerima bahwa apa pun yang pernah aku terima, entah sakit atau manis, adalah bagian dari perjalanan hidupku. Aku tidak ingin berubah menjadi pahit hanya karena pernah dilukai.
Aku memilih tetap baik. Tetap jujur. Tetap berada di jalan yang benar. Bukan karena semua orang pantas, tapi karena aku ingin hidup dengan hati yang tenang.
Semoga ke depan, aku bertemu lebih banyak orang yang tidak hanya hadir, tapi juga menjaga. Dan kalaupun ada yang datang hanya untuk mengacak-acak kehidupanku, semoga aku cukup kuat untuk melepaskan tanpa kehilangan diriku sendiri.