Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Tidak semua hubungan bermasalah dimulai dari hal besar. Banyak yang berawal dari tanda kecil yang sering diabaikan karena rasa sayang. Padahal redflag bukan soal mencari pasangan yang sempurna, tapi soal menjaga kesehatan mental dan emosional diri sendiri.
Berikut lima tanda cewe kamu redflag yang patut diperhatikan sejak awal hubungan.
Cewek yang terlalu ingin tahu semua aktivitasmu, melarang pertemanan, atau merasa berhak mengatur hidupmu bisa jadi redflag. Awalnya terlihat peduli, lama-lama berubah jadi posesif.
Hubungan sehat butuh kepercayaan dan ruang. Jika kamu mulai merasa kehilangan diri sendiri demi menenangkannya, itu bukan cinta yang sehat.
Ngambek itu wajar. Tapi jika setiap masalah dihadapi dengan diam berkepanjangan, sindiran, atau drama tanpa mau komunikasi, ini tanda bahaya. Kamu dipaksa menebak-nebak perasaannya dan selalu merasa salah.
Hubungan yang dewasa butuh komunikasi dua arah, bukan adu gengsi.
Salah satu redflag paling melelahkan adalah ketika setiap konflik selalu berakhir kamu yang disalahkan. Saat kamu menyampaikan perasaan, dia justru merasa paling tersakiti.
Ini sering disebut manipulasi emosional. Jika dibiarkan, kamu bisa kehilangan kepercayaan diri dan merasa bersalah terus-menerus.
Cemburu sedikit wajar. Tapi jika dia bangga dengan sikap posesif dan menganggap cemburu berlebihan sebagai tanda sayang, ini patut diwaspadai.
Cinta tidak seharusnya membuatmu tertekan atau selalu diawasi. Rasa aman lebih penting daripada rasa memiliki.
Jika usaha kamu dianggap kurang terus, pengorbananmu disepelekan, dan batas pribadimu sering dilanggar, itu tanda hubungan tidak seimbang.
Cinta seharusnya saling menghargai, bukan membuat salah satu pihak selalu merasa tidak cukup.
Menyadari redflag bukan berarti kamu harus langsung pergi. Tapi itu kesempatan untuk refleksi dan komunikasi. Namun jika tanda-tanda ini terus berulang dan kamu merasa lelah secara emosional, mungkin yang perlu kamu jaga bukan hubungan itu, tapi dirimu sendiri.