Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bahasa gaul adalah bentuk penamaan atas pengalaman emosional yang sering terjadi namun sulit diungkapkan secara sederhana. Dalam dunia percintaan, tidak sedikit orang yang sudah keluar dari hubungan menyakitkan tetapi justru kembali lagi ke orang yang sama. Pola ini berulang dan sering disesali setelah terjadi. Dari pengalaman inilah muncul istilah romantic relapse untuk menggambarkan kondisi emosional tersebut.
Romantic relapse berarti kembali ke hubungan lama yang buruk meskipun sudah mengetahui dampak negatifnya. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya sadar bahwa hubungan tersebut tidak sehat, namun tetap merasa tertarik untuk kembali. Dorongan emosional sering kali lebih kuat dibanding logika dan pengalaman masa lalu.
Romantic relapse sering dipicu oleh rasa nyaman yang familiar. Hubungan lama memberikan perasaan dikenal dan dipahami, meski penuh luka. Ketika merasa kesepian atau rapuh, ingatan akan momen baik masa lalu bisa menutupi kenyataan buruk yang pernah terjadi. Hal ini membuat seseorang meyakinkan diri bahwa hubungan tersebut bisa berubah jika dicoba lagi.
Faktor lain yang mendorong romantic relapse adalah ketakutan memulai dari awal. Proses mengenal orang baru terasa melelahkan, sementara hubungan lama sudah memiliki ikatan emosional yang kuat. Rasa takut sendirian membuat seseorang memilih kembali ke hubungan yang sudah jelas menyakitkan daripada menghadapi ketidakpastian baru.
Dampak romantic relapse cukup berat bagi kondisi emosional. Kekecewaan sering terasa lebih dalam karena luka lama terbuka kembali. Seseorang bisa merasa gagal menjaga diri sendiri dan kehilangan kepercayaan pada keputusan pribadi. Siklus putus dan kembali juga dapat memperkuat ketergantungan emosional yang tidak sehat.
Istilah romantic relapse menjadi relevan karena banyak orang mengalami pola ini berulang kali. Media sosial dan akses komunikasi yang mudah membuat mantan pasangan selalu berada dalam jangkauan. Satu pesan singkat saja bisa memicu kenangan dan menarik seseorang kembali ke hubungan lama.
Perbedaan antara memberi kesempatan kedua yang sehat dan romantic relapse terletak pada perubahan nyata. Hubungan yang layak dicoba kembali seharusnya disertai refleksi, perbaikan sikap, dan komitmen baru. Romantic relapse terjadi ketika hubungan diulang tanpa perubahan berarti dan hanya didorong oleh emosi sesaat.
Menghindari romantic relapse membutuhkan kesadaran diri yang kuat. Mengingat alasan hubungan tersebut berakhir dan dampaknya terhadap kesejahteraan emosional dapat membantu menahan dorongan untuk kembali. Dukungan dari teman dan lingkungan yang sehat juga berperan penting.
Dengan memahami arti romantic relapse, seseorang dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan emosional. Kembali ke hubungan lama yang buruk bukanlah tanda cinta, melainkan sinyal bahwa ada luka yang belum sembuh. Menyembuhkan diri terlebih dahulu menjadi langkah penting sebelum membuka lembaran hubungan yang lebih sehat.