
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Affection Withdrawal Phase adalah kondisi ketika perhatian dan kehangatan dalam hubungan mulai berkurang secara perlahan. Fase ini merupakan tanda perubahan emosional yang sering tidak disadari sejak awal. Affection Withdrawal Phase ialah momen ketika sikap manis, respons cepat, dan kepedulian yang dulu konsisten mulai terasa jarang.
Pada tahap awal hubungan, perhatian biasanya mengalir dengan alami. Pesan dikirim tanpa diminta, kabar ditanyakan dengan tulus, dan waktu diusahakan untuk bertemu. Namun dalam Affection Withdrawal Phase, intensitas itu perlahan menurun. Tidak ada konflik besar, tetapi ada perubahan yang terasa.
Seseorang yang mengalami fase ini mungkin mulai mengurangi inisiatif. Ia tidak lagi aktif memulai percakapan atau menunjukkan rasa antusias seperti sebelumnya. Balasan pesan menjadi singkat dan terkesan formal. Kedekatan emosional yang dulu hangat kini terasa lebih datar.
Affection Withdrawal Phase sering dipicu oleh berbagai faktor. Rasa jenuh, tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau perubahan perasaan bisa menjadi penyebabnya. Namun tanpa komunikasi yang jelas, pasangan hanya bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.
Dampak dari fase ini cukup signifikan. Pihak yang merasakan penurunan perhatian biasanya mulai merasa tidak dihargai. Ia bisa mempertanyakan apakah dirinya masih penting atau apakah hubungan masih memiliki arah yang sama.
Jika tidak dibicarakan, Affection Withdrawal Phase dapat berkembang menjadi jarak emosional yang lebih dalam. Kesalahpahaman mudah muncul karena masing masing pihak menyimpan asumsi. Hubungan pun berjalan tanpa kejelasan rasa.
Namun penting untuk memahami bahwa tidak semua penurunan perhatian berarti hilangnya cinta. Ada kalanya seseorang sedang menghadapi kelelahan emosional atau tekanan hidup yang membuatnya sulit menunjukkan kasih sayang seperti biasa.
Menghadapi Affection Withdrawal Phase membutuhkan komunikasi yang tenang dan terbuka. Menyampaikan perasaan tanpa menyalahkan memberi ruang bagi pasangan untuk menjelaskan kondisinya. Dialog yang sehat dapat mencegah jarak semakin melebar.
Selain itu, evaluasi diri juga diperlukan. Apakah perhatian yang berkurang memang karena perubahan perasaan, atau hanya karena rutinitas yang membuat hubungan terasa monoton. Menghidupkan kembali momen kebersamaan bisa menjadi langkah sederhana namun berarti.
Affection Withdrawal Phase mengajarkan bahwa perhatian dalam hubungan perlu dirawat. Kehangatan tidak selalu bertahan dengan sendirinya. Dibutuhkan kesadaran dan usaha dari kedua pihak agar rasa peduli tetap hidup.
Ketika perubahan disikapi dengan kedewasaan, fase ini tidak harus berakhir dengan perpisahan. Justru bisa menjadi titik refleksi untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan saling memahami.