Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Denial Itu Apa, Sih? Denial itu ketika otak dan hati kamu sepakat untuk... pura-pura nggak tau kenyataan. Kamu tahu kok dia nyakitin kamu. Kamu tahu dia berubah. Kamu tahu hubungan ini nggak sehat. Tapi kamu memilih untuk nggak percaya sama kenyataan itu, karena menerima kenyataan itu artinya kamu harus kehilangan dia. Dan itu... sakit banget.
Tapi tahu nggak? Denial itu kayak pelan-pelan minum racun sambil berharap nggak mati. Padahal makin lama kamu bertahan, makin kamu hancur sendiri.
Masih Punya Harapan: Kamu percaya dia bisa berubah, padahal dia nggak ada niat sama sekali buat berubah. Kamu berharap... terus berharap.
Kalau kamu udah tahu disakiti tapi masih aja bertahan, coba tanya ke diri sendiri:
Kadang, cinta itu buta. Tapi kamu bukan. Kamu bisa pilih untuk buka mata dan melangkah pergi dari hubungan yang toxic. Karena cinta yang sehat itu nggak nyakitin. Cinta yang sehat itu nggak bikin kamu nangis tiap malam sambil dengerin lagu galau.
Ingat, kamu bukan tempat pelampiasan. Kamu bukan pilihan cadangan. Kamu bukan orang yang pantas terus disakiti lalu diminta bertahan. Jangan biarkan perasaan menahan kamu dari keputusan yang masuk akal. Lepas itu sakit, iya. Tapi bertahan di tempat yang salah jauh lebih menyakitkan.
Karena pada akhirnya, lebih baik kamu patah hati karena move on... daripada hancur pelan-pelan karena bertahan di hubungan yang salah.