Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Hubungan LDR sering dicap rawan, penuh drama, dan ujungnya capek sendiri. Padahal, LDR bukan tentang jarak, tapi tentang cara dua orang menjaga komitmen saat tidak selalu bisa hadir secara fisik. Kalau dijalani dengan cara yang tepat, LDR justru bisa membentuk hubungan yang lebih dewasa dan solid.
Ini dia 7 hal yang bisa bikin hubungan LDR kamu bukan cuma bertahan, tapi makin kuat.
Bukan seberapa sering chat, tapi seberapa jujur isinya. Lebih baik ngobrol sekali tapi benar-benar nyampe, daripada seharian chat tapi saling menyembunyikan perasaan. Dalam LDR, kejujuran adalah pondasi utama.
Sesibuk apa pun, usahakan punya waktu khusus. Entah VC mingguan atau telepon malam sebelum tidur. Rutinitas kecil ini bikin pasangan merasa tetap jadi prioritas, meski terpisah jarak.
LDR tanpa kepercayaan cuma akan berubah jadi hubungan penuh curiga. Percaya bukan berarti cuek, tapi memberi ruang tanpa menginterogasi. Kalau setiap aktivitas dipantau, hubungan malah cepat lelah.
Pasangan bukan satu-satunya dunia. Tetap jalani hobi, kerja, dan pertemananmu. LDR yang sehat adalah dua orang yang tumbuh masing-masing, lalu saling berbagi cerita, bukan saling mengekang.
Masalah kecil di LDR bisa jadi besar kalau dipendam. Jangan takut bahas rasa cemburu, rindu, atau kecewa. Bicarakan sebelum salah paham berubah jadi jarak emosional.
LDR tanpa tujuan cuma menunda lelah. Bahas rencana ke depan, kapan bisa ketemu, atau ke mana hubungan ini akan dibawa. Tujuan membuat jarak terasa punya akhir, bukan tanpa arah.
Ucapan terima kasih, perhatian sederhana, atau sekadar bilang aku bangga sama kamu itu penting. Di LDR, hal kecil terasa besar karena tidak bisa digantikan sentuhan.
Hubungan LDR memang tidak mudah, tapi juga tidak mustahil. Kalau dua-duanya mau belajar, menyesuaikan, dan bertahan dengan sadar, jarak bukan musuh utama. Justru ego dan komunikasi yang buruklah yang sering jadi penyebab utama hubungan runtuh.
LDR bukan soal siapa yang paling kuat menahan rindu, tapi siapa yang paling mau menjaga komitmen.