Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Dating apps kini jadi jalan pintas untuk bertemu orang baru. Tinggal swipe, chat, lalu merasa cocok. Praktis, cepat, dan terlihat modern. Tapi di balik kemudahan itu, ada risiko yang sering diremehkan karena dianggap hal biasa.
Banyak masalah dalam hubungan masa kini berawal dari cara kenal yang terlalu instan. Dan dating apps menjadi salah satu pintu masuknya.
Masalah paling umum dari dating apps adalah ilusi kedekatan. Chat intens setiap hari membuat dua orang merasa dekat, padahal yang dikenal baru sebatas versi online. Kita jatuh pada kata kata, bukan pada sikap nyata.
Masalah lain adalah identitas yang tidak sepenuhnya jujur. Foto bisa dipilih, cerita bisa disusun, bahkan status bisa dimanipulasi. Tidak semua orang berniat buruk, tapi tidak semua juga datang dengan niat serius.
Selain itu, banyak pengguna dating apps terbiasa punya banyak opsi. Ini membuat komitmen terasa tidak mendesak. Saat bosan, tinggal swipe lagi. Akibatnya, ghosting, tarik ulur, dan hubungan tanpa kejelasan jadi hal yang dinormalisasi.
Masalah emosional juga sering muncul. Terlalu cepat berharap, lalu kecewa saat realita tidak sesuai ekspektasi. Tidak jarang kepercayaan diri ikut runtuh karena merasa mudah ditinggalkan atau dibandingkan.
Dating apps bukan musuh, tapi juga bukan ruang tanpa risiko. Ia hanya alat. Yang menentukan aman atau tidaknya adalah cara kita menggunakannya dan seberapa kuat kita menjaga diri sendiri.
Kenal orang baru boleh. Berharap boleh. Tapi jangan menyerahkan kepercayaan penuh pada seseorang yang baru kamu kenal lewat layar.