Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Baru mulai dekat, sudah kandas.
Baru nyaman, sudah bubar.
Baru berharap, sudah kecewa lagi.
Kalau ini terjadi sekali dua kali, mungkin memang belum cocok. Tapi kalau sudah berkali kali gagal di hubungan baru, wajar kalau muncul pertanyaan
Ini kutukan apa gimana sih
Tenang. Kemungkinan besar bukan kutukan. Tapi ada pola yang belum kamu sadari.
Gamon atau gagal move on bukan cuma soal masih stalking mantan. Kadang kamu sudah tidak berkomunikasi lagi, tapi emosimu belum benar-benar selesai.
Masih membandingkan.
Masih berharap diam-diam.
Masih mencari sosok yang mirip dia di orang baru.
Dalam psikologi hubungan, fase belum tuntas ini sering disebut unresolved attachment. Menurut pembahasan yang juga diangkat oleh American Psychological Association, keterikatan emosional yang belum selesai bisa memengaruhi kualitas hubungan berikutnya.
Akibatnya, kamu sulit membuka diri sepenuhnya. Atau justru terlalu cepat berharap karena ingin mengganti rasa kehilangan.
Coba jujur. Apakah kamu selalu tertarik pada tipe yang sama
Bad boy yang sulit ditebak
Si cuek yang minim effort
Atau si charming yang jago ngomong tapi kurang konsisten
Kalau pola orangnya sama, hasilnya sering tidak jauh beda.
Bukan karena kamu tidak pantas bahagia. Tapi karena kamu tanpa sadar memilih versi cerita yang familiar, meski menyakitkan.
Kadang kita masuk hubungan baru bukan karena siap. Tapi karena takut sendirian.
Kita ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa kita sudah baik-baik saja. Padahal sebenarnya masih ada luka kecil yang belum diobati.
Hubungan baru jadi pelarian. Dan pelarian jarang berakhir stabil.
Kemungkinan besar bukan kutukan. Ini soal refleksi.
Tanya pada diri sendiri
Apakah aku benar benar sudah berdamai dengan masa lalu
Apakah aku masuk hubungan ini karena suka atau karena takut sepi
Apakah aku memilih dengan sadar atau sekadar ikut rasa nyaman sementara
Berkali-kali gagal bukan berarti kamu rusak. Bisa jadi itu tanda kamu perlu berhenti sebentar.
Bukan untuk menyerah. Tapi untuk memperbaiki pola.
Karena cinta yang sehat tidak datang dari kejar-kejaran dengan waktu. Tapi dari hati yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Jadi sebelum menyalahkan semesta, mungkin yang perlu kamu lakukan cuma satu
Sembuh dulu. Baru mulai lagi.