Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Setelah putus, pria sering terlihat biasa saja.
Masih nongkrong. Masih update story. Masih bercanda seperti tidak terjadi apa-apa.
Tapi benarkah mereka tidak merasakan apa-apa?
Faktanya, pria juga mengalami fase emosional yang kompleks setelah putus. Hanya saja, cara mereka memprosesnya sering berbeda.
Banyak pria memilih menekan emosi di awal. Bukan karena tidak sedih, tapi karena terbiasa untuk tidak menunjukkannya.
Dalam berbagai studi tentang perbedaan respons emosional pascaputus, termasuk pembahasan dari American Psychological Association, pria cenderung menunda proses berduka dibandingkan dengan wanita. Mereka tampak stabil di awal, namun dampaknya bisa muncul belakangan.
Jadi ketika dia terlihat santai seminggu setelah putus, belum tentu hatinya benar-benar baik-baik saja.
Putus cinta bukan cuma soal kehilangan pasangan. Buat sebagian pria, ini juga menyentuh harga diri.
Pertanyaan seperti
Aku kurang apa
Kenapa dia pergi
Apakah dia sudah punya pengganti
Bisa terus berputar di kepala.
Apalagi kalau yang memutuskan adalah pihak perempuan. Rasa ditinggalkan kadang terasa seperti kegagalan pribadi.
Di awal, kesibukan dan teman bisa jadi distraksi. Tapi ketika malam tiba dan rutinitas berubah, rasa kosong mulai terasa.
Biasanya momen seperti ulang tahun, tempat favorit, atau lagu tertentu bisa memicu kenangan.
Pria mungkin tidak menangis di depan orang. Tapi bukan berarti tidak memikirkan.
Sebagian pria memilih untuk cepat dekat dengan orang baru. Bukan selalu karena tidak cinta lagi. Kadang itu mekanisme coping.
Mencari validasi.
Menghindari kesepian.
Atau membuktikan pada diri sendiri bahwa mereka masih diinginkan.
Namun, hubungan yang dimulai terlalu cepat sering kali hanya menutup luka sementara, bukan menyembuhkannya.
Menariknya, beberapa pria justru merasakan penyesalan lebih kuat setelah waktu berlalu. Ketika emosi sudah stabil dan pikiran lebih jernih, barulah mereka menyadari nilai hubungan yang hilang.
Di fase ini, rindu bisa datang lebih dalam.
Jadi, apa yang dirasakan pria setelah putus?
Sedih, kehilangan, bingung, ego terluka, rindu, bahkan penyesalan. Hanya saja ekspresinya berbeda.
Jangan tertipu oleh wajah tenang. Kadang yang terlihat paling kuat justru sedang berusaha paling keras untuk tidak runtuh.
Pada akhirnya, patah hati tidak mengenal gender.