Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bahasa gaul merupakan bagian dari dinamika komunikasi digital yang berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Istilah istilah baru muncul untuk menggambarkan kebiasaan dan fenomena yang dialami pengguna internet sehari hari. Media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga tempat mengekspresikan diri dan membangun identitas. Dalam konteks inilah berbagai istilah gaul lahir, salah satunya adalah Finsta yang kini semakin dikenal di kalangan pengguna Instagram.
Finsta adalah singkatan dari fake Instagram yang merujuk pada akun kedua Instagram yang lebih bersifat pribadi. Akun ini biasanya dibuat terpisah dari akun utama yang bersifat publik atau semi publik. Jika akun utama digunakan untuk menampilkan citra terbaik, Finsta justru menjadi ruang yang lebih bebas dan apa adanya bagi pemiliknya.
Pada Finsta, pengguna cenderung membagikan konten yang lebih santai dan jujur. Unggahan bisa berupa foto tanpa filter, curhatan singkat, cerita sehari hari, atau humor yang hanya dipahami oleh lingkaran pertemanan dekat. Karena sifatnya yang pribadi, jumlah pengikut Finsta biasanya sangat terbatas dan hanya terdiri dari orang orang terpercaya.
Alasan utama seseorang membuat Finsta adalah untuk menjaga privasi dan kenyamanan. Tidak semua momen ingin dibagikan ke publik, apalagi jika akun utama diikuti oleh rekan kerja, keluarga besar, atau orang yang tidak terlalu dekat. Finsta memberikan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi oleh banyak orang.
Selain itu, Finsta juga berfungsi sebagai bentuk pelarian dari tekanan media sosial. Akun utama sering kali menuntut konsistensi citra, estetika, dan respons positif. Di sisi lain, Finsta memungkinkan pengguna untuk bersikap lebih jujur terhadap kondisi dirinya, termasuk saat merasa lelah, sedih, atau sekadar ingin bercanda tanpa beban.
Penggunaan istilah Finsta mencerminkan kesadaran generasi digital akan pentingnya batasan antara ruang publik dan pribadi. Bahasa gaul ini tidak hanya sekadar kata, tetapi juga simbol perubahan cara orang berinteraksi di dunia maya. Dengan adanya Finsta, pengguna dapat menyeimbangkan kebutuhan akan eksistensi dan kebutuhan akan privasi.
Pada akhirnya, Finsta menjadi bagian dari strategi bermedia sosial yang lebih sehat. Istilah ini menggambarkan bahwa setiap orang berhak memiliki ruang pribadi, meskipun hidup di era yang serba terbuka. Memahami arti Finsta membantu kita melihat bahwa keaslian dan kenyamanan diri tetap penting di tengah hiruk pikuk media sosial.