Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Pernah suka sama seseorang, tapi rasanya cuma kamu yang berjuang? Kamu yang nunggu chat duluan. Kamu yang cari alasan buat ketemu. Kamu yang mikir dia sebelum tidur. Tapi dari dia… ya gitu aja.
Itulah yang disebut cinta bertepuk sebelah tangan.
Secara sederhana, cinta bertepuk sebelah tangan adalah perasaan cinta yang tidak mendapatkan balasan yang sama dari orang yang kita sukai. Kita punya rasa, tapi dia tidak punya rasa yang setara. Atau bahkan tidak punya rasa sama sekali.
Perasaan tidak pernah bisa dipaksa. Ketertarikan itu subjektif. Kamu bisa melihat dia sebagai segalanya, sementara dia melihatmu hanya sebagai teman biasa.
Fenomena ini sebenarnya sangat umum dalam psikologi hubungan. Bahkan dalam teori cinta dari Robert Sternberg, cinta memiliki tiga komponen, yaitu keintiman, gairah, dan komitmen. Dalam cinta bertepuk sebelah tangan, biasanya hanya satu pihak yang merasakan kombinasi itu.
Sementara pihak lainnya mungkin hanya merasa nyaman, atau bahkan tidak merasa apa-apa.
Beberapa ciri yang sering muncul
Yang paling terasa adalah ketimpangan. Kamu memberi banyak energi emosional, tapi tidak mendapat timbal balik yang seimbang.
Otak manusia memproses penolakan sosial hampir sama seperti rasa sakit fisik. Penelitian dari University of Michigan menunjukkan bahwa area otak yang aktif saat ditolak mirip dengan saat tubuh merasakan nyeri.
Makanya wajar kalau dada terasa sesak, mood drop, bahkan sulit fokus. Itu bukan lebay. Itu reaksi biologis.
Pertanyaan ini sering muncul. Jawabannya tergantung satu hal penting
Apakah kamu mencintai dia, atau kamu mencintai harapan tentang dia?
Kalau perasaanmu hanya dibalas dengan keambiguan, kamu perlu jujur pada diri sendiri. Cinta sehat itu saling. Bukan satu orang berlari dan satu lagi diam di tempat.
Bertahan dalam cinta sepihak terlalu lama bisa menggerus harga diri. Kamu mulai mempertanyakan nilai dirimu hanya karena seseorang tidak melihatmu seperti kamu melihatnya.
Padahal, ketidakcocokan bukan berarti kamu kurang.
Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan. Tapi itu juga bagian dari proses belajar tentang batasan dan nilai diri.
Kadang, melepaskan bukan berarti kalah. Kadang, itu cara paling dewasa untuk menjaga diri tetap utuh.
Cinta yang tepat tidak akan membuatmu merasa sendirian dalam hubungan yang bahkan belum tentu dimulai.