Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Ada orang yang merasa tenang hanya karena digenggam tangannya. Ada yang langsung merasa dicintai saat dipeluk tanpa banyak kata. Bagi sebagian orang, sentuhan bukan hal kecil. Itu adalah bahasa cinta yang paling jelas.
Physical touch adalah salah satu love language yang mengekspresikan kasih sayang lewat kontak fisik. Bukan soal hal berlebihan, tapi tentang kedekatan yang membuat hati merasa aman dan diterima.
Kadang, tubuh bisa menyampaikan apa yang sulit diucapkan.
Secara ilmiah, sentuhan dapat memicu hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan dan keterikatan. Itulah kenapa pelukan terasa menenangkan, dan genggaman tangan bisa mengurangi rasa cemas.
Bagi seseorang dengan bahasa cinta physical touch, kedekatan fisik adalah validasi. Duduk berdekatan, merangkul bahu, menyentuh lengan saat berbicara, itu semua terasa bermakna.
Sebaliknya, hubungan yang terasa dingin tanpa sentuhan bisa membuat mereka merasa jauh, meski komunikasi berjalan baik.
Physical touch bukan selalu tentang hal romantis yang intens. Justru hal sederhana sering lebih berarti.
Menggenggam tangan saat berjalan
Memeluk saat bertemu atau berpisah
Menyandarkan kepala di bahu
Usapan lembut saat pasangan sedang sedih
Sentuhan seperti ini memberi rasa hadir yang nyata.
Namun, yang paling penting adalah consent atau persetujuan. Sentuhan hanya bermakna ketika kedua pihak merasa nyaman. Bahasa cinta tidak boleh melanggar batas pribadi.
Jika pasanganmu memiliki bahasa cinta ini, jangan remehkan kekuatan pelukan. Kadang satu sentuhan tulus lebih ampuh dari seribu kata motivasi.
Karena bagi mereka, cinta bukan cuma didengar atau dilihat. Cinta harus dirasakan.