Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Tidak semua orang butuh kata-kata manis setiap hari. Ada yang merasa paling dicintai justru ketika pasangannya turun tangan. Membantu tanpa diminta. Hadir tanpa banyak bicara. Melakukan hal kecil yang meringankan beban.
Acts of service adalah bahasa cinta yang diwujudkan lewat tindakan. Bukan sekadar bilang aku ada buat kamu, tapi benar-benar menunjukkan lewat perbuatan.
Bagi mereka, cinta itu aksi. Bukan teori.
Secara emosional, tindakan konkret memberi rasa aman yang kuat. Ketika seseorang meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu, itu menunjukkan prioritas. Kamu dianggap penting.
Contohnya sederhana. Menjemput saat hujan. Membawakan makanan ketika pasangan lembur. Membantu menyelesaikan tugas kecil tanpa disuruh. Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sepele, tapi bagi penerima acts of service, itu bentuk cinta paling jelas.
Yang menarik, orang dengan bahasa cinta ini biasanya tidak terlalu terkesan dengan janji besar. Mereka lebih menghargai konsistensi. Karena bagi mereka, tindakan tidak bisa berbohong.
Sebaliknya, janji tanpa realisasi justru bisa melukai lebih dalam.
Itu semua adalah bentuk kasih sayang.
Namun, penting diingat, acts of service bukan berarti menjadi pelayan atau mengorbankan diri secara berlebihan. Ini tentang kepedulian, bukan penghapusan diri.
Jika pasanganmu memiliki bahasa cinta ini, perhatikan kebutuhan praktisnya. Kadang yang mereka butuhkan bukan pujian panjang, tapi bantuan nyata.
Pada akhirnya, cinta memang bisa diucapkan. Tapi untuk sebagian orang, cinta harus dilakukan.
Karena ada hati yang tidak hanya ingin didengar, tetapi juga diringankan.