Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Katanya cuma teman. Katanya bestie. Katanya sahabat no baper. Tapi kok sikapnya beda dari yang lain?
Kadang cinta itu gak datang dengan bunga dan pengakuan dramatis. Kadang dia datang pakai hoodie, duduk sebelah kamu, dan pura-pura cuma peduli sebagai teman.
Kalau kamu mulai curiga, mungkin ini tandanya.
Kamu pernah sekali bilang gak suka bawang. Tiga bulan kemudian dia masih ingat. Bahkan dia yang ingetin pelayan.
Teman biasa lupa tanggal ulang tahun. Dia hafal jam lahir kamu.
Itu bukan sekadar perhatian. Itu riset mendalam.
Saat kamu cerita dekat sama orang lain, dia mendadak jadi komentator aktif. Siapa tuh. Kerja di mana. Serius gak.
Tapi kalau ditanya kenapa kepo, jawabnya santai kok cuma penasaran aja.
Penasaran atau takut kehilangan.
Lagi sibuk banget katanya. Tapi begitu kamu chat ayo ketemu, jawabannya gas.
Aneh ya. Kalendernya penuh buat orang lain, tapi longgar buat kamu.
Kamu pulang malam, dia nawarin anter. Kamu sakit. Dia bawain obat. Kamu sedih. Dia standby.
Teman baik memang peduli. Tapi kalau levelnya sudah siaga 24 jam, itu bukan cuma solidaritas.
Nepuk bahu. Usilin rambut. Duduknya mepet. Katanya sih bercanda.
Padahal tubuh sering lebih jujur daripada mulut.
Eh, kalau kita nikah lucu gak sih? Eh, nanti aku jadi best man ya kalau kamu nikah.
Lucunya kebanyakan. Bercandanya terlalu spesifik.
Biasanya itu kode uji coba. Kalau responsnya positif, dia lanjut. Kalau enggak, dia bilang cuma bercanda kok.
Setiap ditanya kenapa jomblo, jawabnya belum nemu yang pas.
Padahal kamu ada di depan dia tiap hari.
Mungkin yang dia tunggu itu kamu, cuma dia lagi cari timing yang tepat.
Pada akhirnya, cinta yang tumbuh dari pertemanan itu paling tricky. Karena garisnya tipis banget.
Kalau tanda-tandanya sudah lengkap, mungkin kalian cuma beda satu langkah. Tinggal siapa yang berani duluan.
Atau kalian akan terus pura-pura gak tahu, sambil sama-sama berharap.