Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Putus seharusnya menjadi akhir dari sebuah hubungan, tapi tidak selalu berarti benar-benar selesai. Ada kalanya mantan masih sering muncul, menghubungi, mengomentari hidupmu, bahkan ikut campur urusan pribadimu.
Situasi ini bisa terasa mengganggu, melelahkan, bahkan membuatmu sulit move on. Lalu, apa yang bisa dilakukan ketika mantan terlalu “berisik”?
Kenapa Mantan Masih Berisik?
Sebelum bereaksi, penting untuk memahami kemungkinan alasannya:
Memahami alasan bukan berarti membenarkan, tapi membantu kamu menentukan respons yang tepat.
Kamu berhak menentukan batas dalam hidupmu. Sampaikan dengan jelas dan tegas bahwa kamu tidak nyaman dengan sikapnya.
Contoh:
Batasan yang jelas akan membuat posisi kamu lebih kuat.
Jika mantan terus mengganggu, jangan ragu untuk membatasi akses:
Ini bukan bentuk kekanak-kanakan, tapi cara menjaga kesehatan mental.
Semakin kamu bereaksi, semakin dia merasa memiliki “akses” ke hidupmu. Tetap tenang dan tidak reaktif adalah bentuk kontrol diri yang penting.
Alihkan energi ke hal yang lebih bermanfaat:
Semakin kamu fokus pada hidupmu, semakin kecil pengaruhnya terhadapmu.
Jika mantan terus hadir dalam hidupmu, bisa jadi ada pola yang belum benar-benar selesai. Evaluasi:
Kesadaran ini penting untuk benar-benar move on.
Jika mantan sudah:
Maka kamu perlu mengambil langkah lebih tegas, bahkan melibatkan orang terdekat untuk menjaga batasan.
Mantan yang “berisik” memang bisa mengganggu, tapi kamu tetap punya kendali atas bagaimana meresponsnya. Dengan batasan yang jelas, kontrol emosi, dan fokus pada diri sendiri, kamu bisa tetap tenang tanpa harus terjebak dalam drama masa lalu.
Ingat, putus bukan hanya soal berpisah secara status, tapi juga soal berani menutup akses yang tidak lagi sehat dalam hidupmu.