
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Love Withdrawal Phase adalah fase emosional ketika seseorang mulai menarik diri dari rasa cinta yang pernah ia rasakan. Kondisi ini merupakan bagian dari proses batin yang muncul secara perlahan, bukan keputusan mendadak. Love Withdrawal Phase juga ialah respons alami ketika hati merasa lelah, terluka, atau tidak lagi menemukan keseimbangan dalam hubungan yang dijalani.
Love Withdrawal Phase menggambarkan momen saat perasaan cinta tidak lagi diekspresikan secara penuh. Seseorang tetap ada secara fisik, namun secara emosional mulai menjauh. Fase ini sering disalahartikan sebagai sikap dingin, padahal sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan diri dari luka yang berulang.
Salah satu tanda yang paling terasa adalah berkurangnya keinginan untuk berbagi cerita atau perasaan. Komunikasi menjadi seperlunya dan respon emosional terasa datar. Seseorang juga mulai lebih menikmati kesendirian dan merasa tenang saat tidak terlalu terlibat secara emosional dengan pasangan.
Love Withdrawal Phase biasanya muncul akibat kekecewaan yang menumpuk. Harapan yang tidak terpenuhi, konflik yang tidak terselesaikan, serta kurangnya validasi emosional dapat memicu fase ini. Selain itu, kelelahan mental akibat terlalu sering mengalah juga membuat seseorang memilih mundur secara emosional.
Fase menarik diri dari cinta dapat menciptakan jarak yang semakin lebar dalam hubungan. Pasangan mungkin merasa diabaikan atau tidak lagi dicintai. Di sisi lain, individu yang mengalami Love Withdrawal Phase sering merasakan kebingungan antara ingin bertahan atau melepaskan sepenuhnya.
Love Withdrawal Phase berbeda dengan sikap tidak peduli. Dalam fase ini, perasaan masih ada, namun sengaja ditekan demi menjaga diri sendiri. Ketidakpedulian muncul ketika emosi benar benar sudah mati, sedangkan Love Withdrawal Phase masih menyisakan konflik batin yang dalam.
Menyadari fase ini adalah langkah awal yang penting. Memberi ruang untuk diri sendiri tanpa rasa bersalah dapat membantu memulihkan emosi. Komunikasi jujur juga diperlukan agar pasangan memahami kondisi yang sedang dialami. Jika fase ini terus berlanjut tanpa perubahan, evaluasi hubungan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.
Love Withdrawal Phase bukan tanda kegagalan mencintai, melainkan sinyal bahwa hati membutuhkan waktu untuk bernapas. Menarik diri sejenak dapat menjadi jalan untuk menemukan kembali arah emosional yang lebih sehat.