Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Hubungan kami adalah sesuatu yang dulu sengaja kami simpan rapat-rapat. Bukan karena malu, bukan juga karena ada yang disembunyikan. Kami cuma merasa tidak semua hal harus diketahui banyak orang. Yang tahu hubungan kami hanya keluarga dan beberapa sahabat dekat.
Lucunya, justru sahabatku sendiri yang paling sering bilang, "Kenapa sih disembunyiin? Publik aja, biar orang tahu."
Aku selalu menjawab sambil tertawa, "Nanti aja."
Entah kenapa, sejak awal aku dan dia memang merasa hubungan yang tenang jauh lebih nyaman daripada hubungan yang terlalu banyak diketahui orang.
Sampai akhirnya… semuanya berubah.
Waktu itu kami pergi bareng. Nggak ada niat apa-apa selain menikmati waktu berdua. Tapi ternyata ada yang mengenali kami. Foto dan video kami tersebar. Dalam hitungan jam, banyak orang mulai membicarakan hubungan kami.
Yang tadinya hanya diketahui segelintir orang, tiba-tiba jadi konsumsi publik.
Awalnya aku pikir tidak akan ada masalah.
Aku bahkan sempat berpikir, "Oh… ternyata begini rasanya kalau hubungan diketahui banyak orang."
Notifikasi terus berdatangan. Ada yang mendukung, ada yang ikut bahagia, ada juga yang mulai berkomentar macam-macam tentang hubungan kami.
Yang paling tidak aku sangka justru bukan komentar orang asing.
Melainkan perubahan dari orang yang selama ini paling sering menyuruhku untuk go public.
Sikapnya berubah.
Awalnya dia selalu antusias setiap aku bercerita soal hubungan kami. Setelah semuanya viral, dia justru mulai dingin.
Chat mulai dibalas seperlunya.
Kalau kami bertemu, rasanya ada yang berbeda.
Aku berkali-kali mencoba mencari alasan. Apakah aku pernah melakukan kesalahan? Apa ada ucapanku yang menyinggung?
Sampai sekarang aku tetap tidak menemukan jawabannya.
Aku tidak berani menyimpulkan apakah dia iri, cemburu, kecewa, atau memang tidak suka melihat hubungan kami diketahui banyak orang.
Yang aku tahu, suasananya tidak lagi sama.
Pengalaman ini membuatku sadar kalau perhatian publik ternyata bukan satu-satunya tantangan dalam sebuah hubungan.
Kadang yang paling sulit justru perubahan dari lingkungan terdekat.
Aku tidak ingin berprasangka buruk. Mungkin memang ada alasan yang tidak aku ketahui. Mungkin dia sedang menghadapi masalahnya sendiri. Mungkin juga aku terlalu banyak berpikir.
Tapi satu hal yang pasti, sejak hubungan kami viral, aku belajar bahwa semakin banyak orang mengetahui kehidupan kita, semakin banyak pula pendapat yang akan masuk.
Ada yang mendukung dengan tulus.
Ada yang penasaran.
Ada yang ikut mengatur.
Dan mungkin… ada juga yang diam-diam tidak senang.
Untungnya, aku dan cowokku sering mengingatkan satu sama lain.
Kami sepakat bahwa hubungan ini tidak boleh dikendalikan oleh suara orang lain. Kalau setiap komentar kami masukkan ke hati, kami akan capek sendiri.
Sekarang kami lebih memilih untuk fokus pada apa yang terjadi di antara kami, bukan apa yang dipikirkan orang tentang kami.
Karena pada akhirnya, yang menjalani hubungan ini bukan mereka.
Aku juga mulai mengerti kenapa dulu banyak orang berkata bahwa tidak semua kebahagiaan harus diumumkan. Bukan karena harus menyembunyikannya, tetapi karena semakin luas sebuah cerita tersebar, semakin banyak orang yang merasa berhak memberi penilaian.
Kalau boleh mengulang waktu, mungkin aku tetap akan mencintainya dengan cara yang sama. Hanya saja, aku akan lebih berhati-hati membuka pintu kehidupan kami kepada dunia. Sebab ternyata, menjaga hubungan bukan hanya tentang mempertahankan rasa cinta, tetapi juga tentang menjaga agar suara dari luar tidak lebih keras daripada suara hati kami sendiri.