Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Lebaran identik dengan silaturahmi, maaf-maafan, dan… hampers.
Tapi muncul satu pertanyaan yang bikin deg degan
Ngasih hampers Lebaran ke camer itu gesture manis atau malah terlalu ambisius?
Takut dibilang cari muka.
Takut dibilang agresif.
Takut juga kalau gak ngasih, malah dianggap gak niat.
Serba salah, ya?
Secara etika sosial, memberi hampers kepada calon mertua bukan hal yang salah. Justru bisa dianggap bentuk sopan santun dan penghargaan.
Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu pikirkan dulu.
Pertama, status hubunganmu.
Kalau sudah serius dan keluarga sudah saling kenal, itu wajar. Bahkan terkesan thoughtful.
Tapi kalau baru tiga bulan dan masih sembunyi-sembunyi, tiba-tiba kirim parcel besar dengan pita emas… ya bisa bikin suasana canggung.
Kedua, komunikasi dengan pasangan.
Jangan sampai kamu gerak sendiri tanpa sepengetahuan dia. Takutnya niat baik malah jadi bahan ribut.
Ini jadi berlebihan kalau:
Hampers bukan ajang unjuk kemampuan finansial. Ini bukan kompetisi siapa yang paling royal.
Ingat, orang tua biasanya lebih menghargai sikap sopan dan konsisten daripada hadiah mahal yang datang tiba-tiba.
Kadang sekotak kue sederhana dengan kartu ucapan tulus jauh lebih berkesan daripada bingkisan mewah tanpa makna.
Kalau dilakukan dengan tepat, ini bisa jadi nilai tambah.
Orang tua biasanya melihat gestur kecil sebagai tanda keseriusan. Memberi hampers bisa menunjukkan bahwa kamu menghargai keluarga pasangan.
Apalagi kalau isinya personal. Misalnya, kamu tahu calon mertua suka teh tertentu atau camilan khas daerah.
Itu bukan cari muka. Itu perhatian.
Jawabannya sederhana
Tidak wajib, tapi boleh.
Kalau kamu mampu, tulus, dan situasinya sudah tepat, silakan.
Kalau belum siap, tidak perlu merasa tertekan.
Hubungan yang sehat tidak diukur dari seberapa besar hampers yang kamu kirim. Tapi dari seberapa konsisten kamu menjaga sikap dan komitmen.
Pada akhirnya, calon mertua tidak sedang menilai isi parcelmu.
Mereka sedang menilai karakter kamu.
Dan percaya deh, attitude yang baik jauh lebih mahal daripada satu keranjang kue kering.