Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
1711
Kamu lagi capek.
Dia lagi main game.
Kamu lagi butuh solusi.
Dia lagi ngambek karena ditegur.
Kalau pola ini terasa familiar, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan manchild dalam hubungan.
Manchild bukan soal umur. Bukan juga soal selera humor. Ini soal kedewasaan emosional yang belum terbentuk, tapi sudah ingin diperlakukan seperti pria dewasa.
Bedanya tipis. Dampaknya besar.
1 Anti Tanggung Jawab, Jago Cari Alasan
Setiap ada masalah, jawabannya selalu
“Aku emang gini orangnya.”
“Ya udah kalau gak suka.”
Alih-alih menyelesaikan, dia menghindar.
Alih-alih introspeksi, dia defensif.
Pria dewasa mungkin salah, tapi dia berani mengakui.
Manchild justru sibuk membela ego.
2 Kamu Lebih Terasa Seperti Ibu Daripada Pasangan
Kamu yang mengingatkan makan.
Kamu yang mengingatkan kerjaan.
Kamu yang mengingatkan janji.
Lama-lama hubungan terasa seperti kamu mengasuh, bukan mencintai.
Kalau kamu lebih sering merasa mengurus daripada diurus, itu tanda bahaya.
3 Tidak Bisa Mengelola Emosi
Hal kecil bisa jadi drama besar.
Dikritik sedikit, langsung diam berhari-hari.
Berbeda pendapat sedikit langsung meledak.
Emosi yang tidak stabil membuat hubungan terasa melelahkan.
Kedewasaan bukan tentang tidak marah.
Tapi tentang tahu cara mengendalikan marah.
4 Takut Komitmen, Tapi Gak Mau Kehilangan
Dia ingin kamu selalu ada.
Tapi ketika bicara masa depan, jawabannya mengambang.
“Lihat nanti aja.”
“Jalani dulu.”
Bukan karena dia realistis. Tapi karena belum siap bertanggung jawab atas komitmen.
5 Selalu Ingin Dimaklumi, Jarang Memaklumi
Kalau dia salah, kamu harus mengerti.
Kalau kamu salah sedikit, kamu yang disalahkan.
Standarnya berbeda.
Dan kamu yang terus mengalah.
Hubungan bukan tempat satu pihak tumbuh sendirian sementara yang lain nyaman jadi anak kecil selamanya.
Jadi Harus Gimana?
Pertama, jangan langsung merasa kamu kurang sabar.
Kedua, jangan berharap kamu bisa “mendidik” dia jadi dewasa. Kedewasaan bukan hasil paksaan pasangan, tapi hasil kesadaran diri.
Kalau dia mau berubah, itu bagus.
Kalau tidak, kamu perlu bertanya pada diri sendiri.
Kamu ingin pasangan…
Atau ingin anak tambahan?
Cinta yang sehat adalah tentang dua orang dewasa yang sama-sama bertumbuh.
Bukan satu orang bertumbuh, dan satu lagi terus ingin dimaklumi.
Related Tag :
No tags available