Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kedengarannya seperti lebay. Masa iya, cuma karena patah hati, badan ikut drop? Tapi faktanya, ini bukan sekadar perasaan. Patah hati adalah pengalaman emosional yang kuat, dan tubuh kita meresponsnya secara nyata.
Saat hati terluka, yang terasa bukan cuma sedih. Tidur berantakan, nafsu makan hilang, badan lemas, bahkan gampang sakit. Ini bukan kebetulan. Tubuh dan pikiran itu saling terhubung, dan saat salah satu terganggu, yang lain ikut kena.
Jadi kalau kamu lagi ngerasa “kok gampang sakit sejak putus”, kamu tidak sendirian. Itu ada penjelasannya.
Patah hati adalah bentuk stres emosional. Saat kamu stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Kortisol dalam kadar tinggi merupakan pemicu turunnya sistem imun.
Artinya, tubuh jadi lebih rentan terhadap penyakit. Flu lebih mudah datang, badan lebih cepat lelah, bahkan luka bisa lebih lama sembuh. Ini karena energi tubuh banyak dipakai untuk menghadapi tekanan emosional.
Selain itu, kebiasaan sehari-hari juga ikut berubah. Kamu mungkin jadi kurang tidur, makan tidak teratur, atau malas bergerak. Semua ini semakin memperlemah daya tahan tubuh.
Belum lagi pikiran yang terus overthinking. Otak bekerja tanpa henti, membuat tubuh tidak benar-benar mendapat istirahat. Kombinasi ini adalah alasan kenapa patah hati terasa sampai ke fisik.
Jadi ya, patah hati bukan cuma urusan hati. Ini adalah kondisi yang melibatkan seluruh tubuh.
Dampak dari kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Kalau dibiarkan, kamu bisa masuk ke siklus yang tidak sehat. Semakin stres, imun turun. Imun turun, badan sakit. Badan sakit, pikiran makin drop.
Tapi kabar baiknya, kamu bisa keluar dari lingkaran ini pelan-pelan.
Mulai dari hal sederhana. Atur pola tidur, meski susah. Paksa diri makan, meski tidak nafsu. Gerak sedikit, walau cuma jalan santai. Ini bukan soal langsung sembuh, tapi soal memberi tubuh kesempatan untuk pulih.
Jangan juga memendam semuanya sendirian. Cerita ke orang yang kamu percaya bisa membantu mengurangi beban. Kalau terasa terlalu berat, mencari bantuan profesional juga bukan hal yang berlebihan.
Dan yang paling penting, jangan menyalahkan diri sendiri karena merasa lemah. Patah hati adalah pengalaman manusiawi. Tubuh kamu hanya sedang bereaksi terhadap rasa kehilangan.
Untuk kamu yang sedang ada di fase ini, pelan saja. Tidak harus kuat setiap saat. Tapi tetap jaga dirimu, karena kamu bukan cuma hati yang terluka. Kamu adalah satu tubuh utuh yang juga butuh dirawat.
Patah hati memang menyakitkan. Tapi bukan berarti kamu harus jatuh sampai kehilangan dirimu sepenuhnya.