
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Love Projection adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengira pasangan atau orang yang disukai merasakan hal yang sama dengannya. Fenomena ini merupakan hal yang sering terjadi dalam hubungan, terutama saat emosi sedang kuat dan harapan tumbuh lebih cepat dari komunikasi. Love Projection juga ialah bentuk asumsi emosional di mana perasaan pribadi diproyeksikan ke orang lain tanpa konfirmasi yang jelas.
Love Projection menggambarkan situasi ketika seseorang menafsirkan sikap pasangan sesuai dengan keinginannya sendiri. Perhatian kecil dianggap sebagai tanda cinta, respon singkat diartikan sebagai kepedulian mendalam, dan kehadiran sesekali dianggap komitmen. Padahal, belum tentu orang tersebut memiliki intensitas perasaan yang sama. Dalam kondisi ini, perasaan pribadi menjadi kacamata utama dalam membaca sikap orang lain.
Love Projection sering muncul karena kebutuhan emosional yang besar. Saat seseorang merasa kesepian, ingin dicintai, atau sedang berada di fase rentan, otak cenderung mencari tanda tanda penerimaan. Pengalaman masa lalu, trauma hubungan, dan harapan yang terlalu tinggi juga dapat memperkuat kecenderungan ini. Alih alih bertanya dan berkomunikasi, seseorang memilih berasumsi karena terasa lebih aman.
Salah satu ciri Love Projection adalah merasa yakin akan perasaan pasangan tanpa pernah membicarakannya. Seseorang juga sering kecewa berlebihan ketika pasangan tidak bertindak sesuai harapan yang sebenarnya tidak pernah disepakati. Selain itu, muncul kebiasaan membela sikap pasangan yang ambigu dengan alasan positif, meskipun kenyataannya tidak konsisten.
Jika dibiarkan, Love Projection dapat menyebabkan luka emosional yang dalam. Harapan yang dibangun sepihak berpotensi runtuh dan menimbulkan rasa ditolak, meski sebenarnya tidak pernah ada janji. Hubungan menjadi tidak seimbang karena satu pihak memberi makna lebih besar daripada yang lain. Hal ini juga bisa menghambat seseorang melihat realitas hubungan secara jujur.
Langkah penting untuk menghindari Love Projection adalah membedakan antara perasaan dan fakta. Komunikasi terbuka sangat diperlukan untuk mengetahui posisi masing masing. Mengelola ekspektasi, memberi ruang bagi logika, dan berani menanyakan kejelasan adalah bentuk kedewasaan emosional. Cinta yang sehat tumbuh dari pemahaman dua arah, bukan dari asumsi sepihak.
Love Projection mengajarkan bahwa perasaan kuat tidak selalu berarti perasaan yang sama. Kejelasan adalah bentuk kasih sayang pada diri sendiri.