
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Emotional Overlap adalah kondisi emosional ketika seseorang masih membawa perasaan yang belum selesai dari hubungan sebelumnya namun sudah mulai dekat dengan orang baru. Situasi ini merupakan hal yang cukup sering terjadi dalam dinamika hubungan modern. Emotional Overlap juga ialah fase abu abu di mana hati belum benar benar pulih, tetapi kehadiran sosok baru terasa menenangkan dan memberi distraksi dari luka lama.
Emotional Overlap menggambarkan tumpang tindih perasaan yang belum tertata. Seseorang mungkin sudah tidak bersama mantan pasangan, namun emosi seperti rindu, kecewa, atau harapan yang tertunda masih tersisa. Di saat yang sama, muncul ketertarikan baru yang memberi rasa nyaman. Kondisi ini membuat seseorang berada di dua ruang emosional sekaligus tanpa sadar.
Tanda umum Emotional Overlap adalah membandingkan orang baru dengan sosok lama. Seseorang juga cenderung mudah bercerita tentang masa lalu kepada orang baru, baik secara langsung maupun tersirat. Perasaan campur aduk sering muncul, seperti senang saat bersama orang baru tetapi sedih ketika mengingat hubungan sebelumnya. Hati terasa penuh namun tidak benar benar tenang.
Emotional Overlap biasanya muncul karena proses penyembuhan yang tidak tuntas. Hubungan yang berakhir tanpa kejelasan, konflik yang belum terselesaikan, atau perpisahan mendadak dapat meninggalkan emosi yang menggantung. Selain itu, rasa kesepian sering mendorong seseorang mencari kedekatan baru sebagai pengalih perhatian, bukan karena siap secara emosional.
Jika tidak disadari, Emotional Overlap dapat melukai dua pihak sekaligus. Diri sendiri menjadi bingung dan kelelahan emosional karena harus menahan dua perasaan yang bertabrakan. Orang baru pun berisiko menjadi tempat pelarian, bukan pilihan yang sepenuhnya hadir. Hubungan yang dibangun di atas perasaan yang belum selesai cenderung rapuh dan penuh ketidakpastian.
Langkah awal menghadapi Emotional Overlap adalah kejujuran pada diri sendiri. Mengakui bahwa perasaan lama belum selesai bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kesadaran emosional. Memberi jeda untuk memproses luka, menetapkan batasan dengan orang baru, dan fokus pada pemulihan diri sangat penting. Hubungan yang sehat hanya bisa tumbuh dari hati yang sudah cukup utuh.
Emotional Overlap mengajarkan bahwa waktu dan kesiapan emosional tidak bisa dipaksakan. Menyembuhkan diri terlebih dahulu adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.