Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bahasa gaul ialah cara generasi sekarang menjelaskan perasaan yang rumit dan sulit diberi nama. Dalam hubungan modern, tidak semua luka datang dari perpisahan yang jelas. Ada rasa sakit yang muncul perlahan meski status hubungan masih ada. Kondisi inilah yang sering dialami banyak orang tanpa benar benar disadari. Dari pengalaman tersebut, lahirlah istilah soft hearthbreak untuk menggambarkan patah hati yang terjadi tanpa putus resmi.
Soft hearthbreak berarti patah hati tanpa adanya perpisahan yang jelas. Hubungan masih berjalan, komunikasi masih ada, namun rasa dicintai perlahan menghilang. Seseorang tetap berada di dalam hubungan, tetapi secara emosional merasa sendirian dan tidak lagi diprioritaskan.
Soft hearthbreak sering muncul dalam hubungan yang kehilangan keintiman emosional. Perhatian berkurang, usaha terasa sepihak, dan kedekatan tidak lagi hangat. Meski tidak ada kata putus, perubahan sikap pasangan cukup untuk melukai perasaan secara perlahan.
Yang membuat soft hearthbreak sulit dikenali adalah status hubungan yang masih utuh. Banyak orang merasa tidak berhak sedih karena secara teknis masih bersama. Padahal, luka emosional tetap nyata dan terus menumpuk seiring waktu.
Dampak soft hearthbreak tidak kalah menyakitkan dibanding putus cinta biasa. Seseorang bisa merasa bingung, ragu pada perasaan sendiri, dan kehilangan kepercayaan diri. Ketidakjelasan ini sering memicu overthinking dan kelelahan emosional.
Soft hearthbreak juga sering terjadi karena kurangnya komunikasi yang jujur. Masalah tidak dibicarakan secara terbuka, sehingga jarak emosional semakin melebar. Hubungan terlihat baik di permukaan, tetapi rapuh di dalam.
Istilah soft hearthbreak menjadi relevan karena banyak hubungan modern berjalan tanpa kejelasan emosional. Media sosial dan gaya komunikasi singkat membuat orang tetap terhubung tanpa benar benar hadir secara perasaan. Akibatnya, patah hati bisa terjadi diam diam.
Perbedaan antara fase sulit dalam hubungan dan soft hearthbreak terletak pada konsistensi rasa sakit. Fase sulit biasanya disertai usaha memperbaiki. Sementara soft hearthbreak berlangsung lama tanpa perubahan dan membuat satu pihak terus terluka.
Menghadapi soft hearthbreak membutuhkan kejujuran pada diri sendiri. Mengakui bahwa diri sedang terluka adalah langkah awal yang penting. Berani membuka komunikasi atau mengambil jarak dapat menjadi bentuk menjaga kesehatan emosional.
Memahami arti soft hearthbreak membantu seseorang menyadari bahwa hubungan tidak harus berakhir untuk bisa menyakitkan. Istilah ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan emosional sama pentingnya dengan status. Hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman, bukan luka yang datang perlahan tanpa disadari.