Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Tidak semua hubungan toxic terlihat kasar atau penuh teriakan. Justru banyak yang tampak manis dari luar tapi melelahkan dari dalam. Karena sering terjadi dan dianggap wajar, gaya pacaran seperti ini akhirnya dinormalisasi. Yang menjalani merasa capek, tapi bingung mau protes karena takut dibilang lebay.
Padahal cinta yang sehat tidak membuatmu kehilangan diri sendiri.
Chat tiap saat sering dianggap bukti sayang. Padahal ketika pasangan menuntut laporan terus menerus, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, itu bukan perhatian, tapi kontrol.
Kalau kamu merasa cemas saat telat membalas pesan karena takut dimarahi, itu tanda hubungan sudah tidak sehat. Keintiman tidak seharusnya menghilangkan ruang pribadi.
Banyak yang bangga punya pasangan posesif karena dianggap tanda cinta. Dilarang berteman dengan lawan jenis, dicek isi ponsel, bahkan dituduh macam macam hanya karena senyum ke orang lain.
Cemburu yang tidak dikelola justru menciptakan ketakutan. Hubungan yang sehat dibangun dari kepercayaan, bukan pengawasan.
Sering mengalah, menunda mimpi, atau mengorbankan prinsip demi mempertahankan hubungan sering dipuji sebagai bentuk cinta. Padahal jika hanya satu pihak yang terus berkorban, itu bukan romantis tapi timpang.
Cinta seharusnya membuat tumbuh bersama, bukan membuat salah satu menghilang.
Diam berhari hari saat marah sering disebut cara menenangkan diri. Tapi jika dilakukan tanpa komunikasi dan membuat pasangan merasa dihukum, itu termasuk toxic.
Diam yang sehat disertai penjelasan. Diam yang menghukum hanya menambah luka.
Banyak yang memilih bertahan karena takut sendiri, takut mulai dari nol, atau merasa sudah terlalu lama bersama. Hubungan yang dijalani dengan rasa terpaksa sering dianggap dewasa, padahal itu bentuk penyangkalan terhadap kebutuhan emosional sendiri.
Normal bukan berarti sehat. Lama bukan berarti layak dipertahankan.
Menyadari gaya pacaran toxic bukan untuk menyalahkan, tapi untuk menyelamatkan diri. Hubungan yang baik membuatmu merasa aman, didengar, dan tetap menjadi diri sendiri. Kalau cinta justru bikin lelah terus menerus, mungkin yang perlu diubah bukan perasaanmu, tapi cara hubungan itu dijalani.