Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bahasa gaul merupakan bagian dari perkembangan komunikasi yang mengikuti dinamika emosi dan pengalaman manusia. Di ruang digital, kata kata baru sering lahir untuk mewakili perasaan yang sulit dijelaskan secara panjang lebar. Media sosial dan percakapan daring membuat istilah tersebut cepat menyebar dan dipahami bersama. Salah satu kata gaul yang cukup sering digunakan saat ini adalah ketrigger, sebuah istilah yang berkaitan dengan reaksi emosional yang muncul secara tiba tiba akibat pemicu tertentu.
Dalam bahasa gaul, ketrigger digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami reaksi emosional atau fisik yang kuat akibat suatu pemicu. Pemicu tersebut bisa berupa kata, situasi, ingatan, atau kejadian tertentu yang mengingatkan pada pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu. Reaksi yang muncul bisa beragam, mulai dari marah, sedih, cemas, hingga reaksi tubuh seperti jantung berdebar atau sulit bernapas.
Penggunaan kata ketrigger banyak ditemukan dalam percakapan santai di media sosial. Seseorang mungkin mengatakan dirinya ketrigger saat membaca komentar tertentu atau melihat konten yang mengingatkan pada pengalaman traumatis. Dalam konteks ini, ketrigger berfungsi sebagai cara singkat untuk menjelaskan kondisi emosional yang kompleks tanpa harus menjabarkan secara detail.
Istilah ketrigger sebenarnya berakar dari kata trigger dalam bahasa Inggris yang berarti pemicu. Dalam bahasa gaul Indonesia, kata ini mengalami penyesuaian menjadi ketrigger agar terasa lebih akrab dan sesuai dengan pola percakapan sehari hari. Perubahan ini menunjukkan bagaimana bahasa asing dapat diadaptasi menjadi bagian dari bahasa gaul lokal.
Menariknya, ketrigger tidak selalu digunakan dalam konteks yang sangat serius. Dalam beberapa percakapan, istilah ini juga dipakai secara bercanda untuk menggambarkan reaksi berlebihan terhadap hal sepele. Namun, di balik penggunaan santai tersebut, penting untuk memahami bahwa ketrigger juga berkaitan dengan isu kesehatan mental yang nyata bagi sebagian orang.
Kesadaran akan makna ketrigger membantu menciptakan komunikasi yang lebih empatik. Dengan memahami bahwa reaksi seseorang bisa dipicu oleh pengalaman masa lalu, orang lain dapat lebih berhati hati dalam berucap dan bersikap. Bahasa gaul ini secara tidak langsung membuka ruang diskusi tentang emosi dan pengalaman personal.
Dalam kehidupan sehari hari, mengenali kondisi ketrigger pada diri sendiri juga penting. Hal ini dapat menjadi langkah awal untuk mengelola emosi dengan lebih baik, misalnya dengan mengambil jeda atau mencari dukungan. Istilah ini memberi nama pada pengalaman yang sebelumnya sulit diungkapkan.
Pada akhirnya, ketrigger sebagai kata gaul mencerminkan kebutuhan manusia modern untuk memahami dan mengekspresikan kondisi emosionalnya. Kata ini bukan sekadar tren, tetapi juga alat komunikasi yang membantu menjembatani perasaan, pengalaman, dan empati di era digital.