Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Mendapat undangan pernikahan dari mantan adalah situasi yang tidak biasa. Di satu sisi, kamu mungkin ingin menunjukkan kedewasaan dengan hadir. Di sisi lain, ada perasaan yang belum sepenuhnya selesai.
Pertanyaannya: perlu datang atau tidak? Dan kalau datang, bagaimana cara menghadapinya?
Tidak ada jawaban mutlak. Semua tergantung pada kondisi dirimu.
Tanyakan pada diri sendiri:
Jika jawabannya belum siap, tidak datang juga bukan keputusan yang salah.
Datang bisa menjadi tanda bahwa kamu sudah benar-benar selesai secara emosional.
Menjaga diri sendiri juga merupakan bentuk kedewasaan.
Jangan datang hanya untuk membuktikan sesuatu. Pastikan kamu benar-benar siap secara emosional.
Tidak perlu terlalu lama atau terlalu dekat. Secukupnya saja.
Wajar jika ada rasa campur aduk. Tapi ingat, ini adalah hari bahagia mereka.
Kamu tetap bisa menunjukkan sikap baik dengan:
Tidak hadir bukan berarti tidak dewasa.
Datang ke nikahan mantan adalah pilihan pribadi, bukan kewajiban. Yang terpenting adalah kesiapan emosional dan niat di balik keputusan tersebut.
Jika kamu sudah benar-benar selesai, kehadiranmu bisa menjadi tanda kedewasaan. Namun, jika belum, menjaga jarak adalah bentuk menghargai diri sendiri.