
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Validation Seeking adalah istilah yang menggambarkan kondisi seseorang yang terus mencari pengakuan dan perhatian dari orang lain. Perilaku ini merupakan bentuk kebutuhan emosional yang muncul ketika seseorang merasa kurang dihargai atau tidak cukup percaya diri. Dalam kehidupan modern, Validation Seeking sering terlihat melalui media sosial, hubungan pertemanan, hingga interaksi romantis.
Validation Seeking mengacu pada dorongan kuat untuk mendapatkan persetujuan, pujian, atau respons positif dari lingkungan sekitar. Seseorang yang mengalami hal ini biasanya merasa lebih tenang ketika mendapat perhatian, namun mudah cemas saat respons yang diharapkan tidak muncul. Kondisi ini tidak selalu disadari karena sering dianggap sebagai hal yang wajar dalam bersosialisasi.
Perilaku Validation Seeking dapat dikenali dari kebiasaan sering meminta pendapat untuk hal sepele, merasa gelisah jika pesan tidak dibalas, atau terlalu fokus pada jumlah suka dan komentar. Individu dengan kecenderungan ini juga sering menyesuaikan sikap demi diterima orang lain. Mereka cenderung sulit merasa puas dengan pencapaian diri tanpa pengakuan eksternal.
Validation Seeking dapat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, seperti kurangnya perhatian emosional atau sering dibandingkan dengan orang lain. Lingkungan sosial yang menuntut pencitraan juga memperkuat perilaku ini. Media sosial menjadi pemicu utama karena menyediakan ruang instan untuk mendapatkan pengakuan secara cepat dan berulang.
Jika tidak disadari, Validation Seeking dapat berdampak pada kesehatan mental. Ketergantungan pada pengakuan orang lain membuat seseorang mudah merasa tidak berharga. Perasaan cemas, overthinking, dan kelelahan emosional sering muncul karena standar kebahagiaan ditentukan oleh respons eksternal, bukan dari diri sendiri.
Dalam hubungan pertemanan maupun percintaan, Validation Seeking dapat menciptakan ketidakseimbangan. Seseorang mungkin merasa memberi terlalu banyak demi perhatian, sementara pihak lain merasa terbebani. Hubungan menjadi tidak sehat karena didasari kebutuhan pengakuan, bukan kedekatan yang tulus.
Mengelola Validation Seeking dimulai dengan membangun self validation atau kemampuan menghargai diri sendiri. Mengenali nilai pribadi, menetapkan batasan, dan mengurangi ketergantungan pada media sosial dapat membantu. Ketika seseorang mampu merasa cukup tanpa pengakuan berlebihan, hubungan sosial pun menjadi lebih sehat dan seimbang.
Memahami Validation Seeking membantu seseorang mengenali kebutuhan emosionalnya dengan lebih jujur. Kesadaran ini menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri dan hubungan yang lebih bermakna.