
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Safe Person adalah seseorang yang mampu membuat orang lain merasa tenang, diterima, dan tidak dihakimi saat menjadi diri sendiri. Dalam konteks hubungan, istilah ini merupakan gambaran tentang kehadiran yang memberi rasa aman secara emosional, baik dalam hubungan romantis, pertemanan, maupun keluarga. Kehadiran safe person sering kali terasa menenangkan tanpa perlu banyak kata, karena rasa aman muncul secara alami dari sikap dan perlakuannya.
Safe person bukan sekadar orang yang selalu ada secara fisik, tetapi lebih kepada mereka yang mampu menjadi ruang aman untuk berbagi perasaan. Bersama safe person, seseorang tidak takut menunjukkan sisi rapuh, menceritakan ketakutan, atau mengungkapkan emosi yang sulit. Rasa aman ini terbentuk karena adanya empati, konsistensi, dan sikap menghargai tanpa syarat.
Safe person biasanya memiliki kemampuan mendengarkan yang baik tanpa menyela atau menghakimi. Mereka tidak memaksakan solusi, tetapi memberi ruang untuk dipahami terlebih dahulu. Sikapnya stabil, tidak mudah berubah, dan dapat dipercaya menjaga rahasia. Kehadiran mereka membuat orang lain merasa cukup, bukan merasa harus selalu kuat atau sempurna.
Dalam hubungan apa pun, safe person memiliki peran penting sebagai penopang emosional. Ketika seseorang sedang lelah secara mental atau menghadapi masalah, safe person menjadi tempat pulang yang menenangkan. Hubungan yang memiliki safe person cenderung lebih sehat karena dibangun atas dasar kepercayaan dan rasa aman, bukan ketakutan atau kecemasan berlebihan.
Memiliki safe person berbeda dengan bergantung secara emosional. Safe person mendukung kemandirian emosional, bukan menciptakan ketergantungan. Mereka mendorong pertumbuhan, memberi ruang untuk berkembang, dan tidak menuntut kehadiran terus menerus. Sebaliknya, ketergantungan emosional justru membuat seseorang merasa tidak bisa berdiri sendiri tanpa orang lain.
Keberadaan safe person dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan. Saat seseorang merasa aman secara emosional, tubuh dan pikiran lebih rileks. Hal ini berdampak positif pada kesehatan mental karena perasaan didengar dan diterima membantu mengurangi beban emosional yang terpendam.
Menjadi safe person bisa dipelajari dengan membangun empati, kesabaran, dan komunikasi yang jujur. Menghargai perasaan orang lain, tidak meremehkan emosi, serta hadir secara konsisten adalah langkah sederhana yang bermakna. Dengan begitu, hubungan yang terjalin akan terasa lebih hangat dan sehat secara emosional.