
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Hoovering adalah istilah gaul yang merujuk pada perilaku seseorang yang berusaha menyedot kembali pasangannya ke dalam hubungan yang toxic. Istilah ini merupakan gambaran bagaimana seseorang mencoba menarik kembali korban ke dalam pola hubungan lama menggunakan rayuan, perhatian mendadak, atau janji perubahan yang tidak realistis. Fenomena ini sering terjadi setelah hubungan berakhir, terutama ketika pelaku merasa kehilangan kendali atau tidak siap menerima kenyataan bahwa pasangannya sudah pergi. Hoovering membuat seseorang bingung antara harapan dan kenyataan sehingga rentan kembali terjebak dalam lingkaran hubungan yang menyakitkan.
Pelaku hoovering biasanya muncul kembali secara tiba tiba setelah lama menghilang. Mereka mengirim pesan bernada rindu, meminta kesempatan kedua, atau berpura pura berubah menjadi lebih baik. Dalam beberapa kasus, mereka memanfaatkan momen emosional korban seperti ulang tahun, masa sulit, atau pencapaian tertentu untuk kembali masuk ke kehidupan korban. Tidak jarang pelaku memberikan janji manis, mengungkit kenangan indah, atau menunjukkan sisi lembut yang jarang ditampilkan. Semua perilaku ini tampak meyakinkan di awal, tetapi cenderung kembali pada pola toxic yang sama seperti sebelumnya.
Hoovering terjadi karena pelaku merasa kehilangan sumber perhatian, kontrol, atau validasi dari korban. Mereka tidak ingin benar benar melepaskan hubungan, meskipun tidak mampu memberikan hubungan yang sehat. Beberapa pelaku juga memiliki pola manipulasi emosional yang kuat sehingga menggunakan kerentanan korban untuk menarik kembali dalam jangkauan mereka. Motif utamanya bukan cinta atau niat memperbaiki hubungan, melainkan kebutuhan untuk mempertahankan dominasi atau kepentingan diri sendiri.
Hoovering dapat membuat seseorang mengalami kebingungan emosional, rasa bersalah, bahkan keraguan terhadap keputusan berpisah. Ketika manipulasi ini berhasil, korban sering kembali ke hubungan lama dan mengulang siklus yang sama, seperti pertengkaran, kontrol berlebih, atau pengabaian. Untuk melindungi diri, penting untuk mengenali pola perilaku ini sedini mungkin. Membatasi kontak, memblokir komunikasi, atau mencari dukungan dari orang terpercaya bisa menjadi langkah awal. Mengingat kembali alasan berakhirnya hubungan juga membantu mempertahankan batas diri. Hoovering menjadi peringatan bahwa tidak semua perhatian adalah cinta dan hubungan yang sehat selalu didasarkan pada kejujuran, keamanan, dan rasa saling menghargai.