
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Codependency adalah istilah gaul yang merujuk pada kondisi ketika seseorang merasa tidak utuh bila tidak bersama pasangannya. Fenomena ini merupakan bentuk ketergantungan emosional yang membuat seseorang menaruh seluruh kebahagiaan dan kestabilan pada kehadiran pasangan. Dalam kondisi ini, seseorang sulit mengambil keputusan sendiri, tidak nyaman bila berjauhan, atau selalu khawatir kehilangan hubungan. Pola seperti ini sering terlihat romantis pada awalnya, tetapi dapat berkembang menjadi dinamika yang tidak sehat karena mengikis identitas dan kemandirian diri.
Beberapa tanda codependency dapat terlihat dari perilaku yang terus mengutamakan pasangan meski harus mengorbankan diri sendiri. Misalnya takut membuat pasangan marah hingga menahan pendapat, memaksakan diri untuk selalu tersedia demi menghindari konflik, atau merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk diri sendiri. Tanda lainnya ialah kecenderungan memaafkan perilaku buruk pasangan hanya karena takut ditinggalkan. Individu yang mengalami codependency biasanya kehilangan batas personal dan merasa nilai dirinya hanya berasal dari peran dalam hubungan tersebut.
Codependency biasanya berkembang dari pengalaman hidup sebelumnya, seperti kurangnya kasih sayang, pengasuhan yang terlalu mengontrol, atau pengalaman traumatis dalam hubungan. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil sering menganggap hubungan romantis sebagai tempat mencari rasa aman. Alhasil mereka sangat bergantung pada pasangan untuk mendapatkan validasi dan dukungan emosional. Hubungan yang awalnya penuh perhatian dapat berubah menjadi pola tidak seimbang karena satu pihak selalu memberikan lebih banyak daripada yang ia terima.
Codependency dapat menyebabkan kelelahan emosional, kecemasan, bahkan hilangnya identitas diri. Ketika terlalu fokus pada pasangan, seseorang tidak lagi menyadari kebutuhan pribadi seperti waktu istirahat, ruang berkembang, atau batasan yang sehat. Dalam jangka panjang, hubungan menjadi tidak stabil karena ketergantungan yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan bagi kedua pihak. Untuk mengatasinya, penting belajar menetapkan batas, memahami nilai diri, dan mengembalikan keseimbangan dalam hubungan. Mengambil waktu untuk diri sendiri bukan berarti mengabaikan pasangan, tetapi menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari hubungan. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang memberi ruang tumbuh, bukan membuat seseorang kehilangan diri.