
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Benching adalah istilah gaul yang menggambarkan kondisi ketika seseorang membekukan hubungan yang berpotensi berkembang. Fenomena ini biasanya terjadi saat satu pihak tidak benar benar ingin berkomitmen tetapi juga tidak ingin kehilangan perhatian dari orang lain. Benching merupakan tindakan menempatkan seseorang di posisi tunggu atau cadangan tanpa kejelasan arah hubungan. Dalam dunia hubungan modern, perilaku ini semakin sering terjadi karena komunikasi digital memungkinkan seseorang untuk tetap hadir sekadarnya tanpa benar benar terlibat.
Perilaku benching membuat seseorang merasa digantung karena hubungan tampak berjalan tetapi tidak pernah berkembang. Pelaku sering memberi perhatian kecil seperti chat sesekali namun tidak menunjukkan usaha nyata untuk membangun kedekatan.
Fenomena benching muncul karena kebutuhan sebagian orang untuk menjaga banyak opsi sekaligus. Mereka ingin mempertahankan kemungkinan hubungan tanpa harus memberikan usaha yang signifikan. Dalam beberapa kasus, pelaku merasa takut berkomitmen sehingga memilih untuk menjaga hubungan dalam fase abu abu.
Media sosial dan aplikasi chat juga berperan dalam mempermudah tindakan benching. Seseorang bisa hadir hanya dengan memberi respons singkat atau emoji, membuat korban merasa hubungan masih memiliki harapan padahal sebenarnya tidak ada langkah nyata yang dilakukan.
Dibenching dapat menimbulkan rasa frustrasi, bingung, bahkan kehilangan kepercayaan diri. Seseorang yang berada dalam posisi ini biasanya merasa tidak cukup penting untuk diperjuangkan namun juga tidak cukup tidak penting untuk ditinggalkan. Kondisi abu abu ini dapat membuat korban sulit move on karena selalu diberi sedikit perhatian yang membuat mereka tetap menunggu.
Hubungan yang dibekukan juga dapat melemahkan kemampuan seseorang untuk membedakan perhatian tulus dan manipulatif. Ini membuat mereka rentan terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat.
Langkah pertama untuk menghindari benching adalah mengenali tanda tandanya. Jika seseorang selalu memberi harapan tanpa tindakan nyata, sering menunda rencana bertemu, atau hanya hadir ketika butuh perhatian, besar kemungkinan hubungan tersebut sedang dibekukan.
Tetapkan batasan dengan berani menanyakan kejelasan hubungan. Jika jawabannya tidak jelas atau selalu ditunda, kamu berhak memilih untuk mundur demi kesehatan emosional. Fokus pada hubungan yang memberikan kepastian dan saling menghargai akan membantu kamu terhindar dari siklus hubungan yang tidak pasti. Dengan memahami fenomena benching, seseorang dapat lebih bijak dalam menilai kualitas hubungan dan menjaga diri dari pola yang merugikan.