Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Sahabat itu tempat pulang paling aman. Tempat cerita tanpa takut dihakimi. Tempat kamu berharap didengar, bukan disalahkan.
Tapi ada satu hal yang jarang dibahas.
Tidak semua saran dari sahabat itu benar.
Kadang niatnya baik. Tapi hasilnya justru menyesatkan.
Sahabat melihat dari sudut pandangnya sendiri. Dari pengalaman hidupnya, luka yang pernah dia rasakan, dan cara dia menghadapi masalah.
Masalahnya, hidup kamu bukan hidup dia.
Apa yang berhasil untuk dia, belum tentu cocok untuk kamu. Tapi karena kalian dekat, kata-katanya terasa lebih “valid”. Padahal belum tentu tepat.
Ada juga sahabat yang terlalu memihak. Dia ingin kamu “menang”, bukan kamu “benar”. Jadi, apa pun ceritamu, dia akan membela tanpa melihat sisi lain.
Kedengarannya menyenangkan. Tapi ini berbahaya.
Karena kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan emosi, bukan realita.
Lebih parah lagi, ada yang tanpa sadar menyalurkan luka pribadinya. Dia pernah disakiti, jadi dia mendorong kamu untuk bersikap keras. Dia pernah gagal, jadi dia menyuruh kamu menyerah.
Bukan karena dia jahat. Tapi karena dia belum selesai dengan dirinya sendiri.
Bukan berarti kamu harus menjauh dari sahabat. Tapi kamu perlu filter.
Dengar, tapi jangan langsung telan mentah-mentah.
Bandingkan dengan logika kamu. Lihat kondisi sebenarnya. Dan kalau perlu, cari sudut pandang lain.
Saran yang baik bukan yang selalu membela kamu. Tapi yang membuat kamu berpikir.
Untuk kamu yang pernah merasa “tersesat” karena saran sahabat, kamu tidak sendirian. Banyak orang pernah ada di posisi itu.
Dan itu bukan berarti kamu bodoh.
Itu berarti kamu percaya.
Sekarang yang perlu kamu lakukan bukan menyalahkan mereka. Tapi belajarlah untuk tetap memegang kendali atas hidupmu sendiri.
Karena pada akhirnya, yang menjalani konsekuensi bukan sahabatmu.
Tapi kamu.