Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Awalnya mungkin terdengar sepele. Setiap ada masalah, dia bilang mau putus. Setiap tidak sesuai keinginan, kata pisah jadi senjata. Lama-lama, kamu mulai kebal. Tapi di dalam, ada yang pelan-pelan terkikis. Rasa aman hilang, dan hubungan terasa seperti berjalan di atas ancaman.
Pasangan yang sering mengancam putus bukan sekadar sedang emosi. Ini adalah pola komunikasi yang tidak sehat. Dan yang lebih berbahaya, sering kali dilakukan berulang sampai kamu terbiasa dan menganggap itu normal.
Padahal, ini bukan hal yang seharusnya dimaklumi.
Ancaman putus adalah bentuk tekanan emosional. Ini merupakan cara untuk mengontrol situasi dengan membuat kamu takut kehilangan. Akhirnya, kamu yang lebih sering mengalah, menahan diri, bahkan mengorbankan perasaan sendiri.
Dalam jangka panjang, ini bisa merusak kepercayaan diri. Kamu jadi takut jujur, takut beda pendapat, dan selalu berjalan hati-hati agar tidak memicu kata putus lagi. Hubungan yang seharusnya jadi tempat aman justru berubah jadi sumber kecemasan.
Lebih parahnya lagi, kebiasaan ini bisa membuat hubungan jadi tidak stabil. Setiap konflik terasa seperti akhir, bukan proses memperbaiki. Tidak ada ruang untuk tumbuh, yang ada hanya bertahan.
Ini bukan cinta yang sehat. Ini adalah dinamika yang melelahkan.
Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyadari bahwa ini bukan hal normal. Jangan menormalisasi ancaman hanya karena kamu sudah terbiasa.
Coba komunikasikan dengan jelas. Katakan bahwa kamu tidak nyaman dengan cara seperti itu. Hubungan seharusnya dibangun dengan komunikasi, bukan ancaman.
Kalau dia tetap mengulang pola yang sama, kamu perlu mulai membuat batasan. Kamu tidak harus selalu mengalah. Kamu berhak punya suara tanpa harus takut ditinggalkan.
Dan jujur saja, kamu juga perlu siap dengan kemungkinan terburuk. Jika seseorang terus menggunakan kata putus sebagai alat, mungkin memang dia belum siap untuk hubungan yang dewasa.
Untuk kamu yang sedang ada di posisi ini, rasa lelahmu adalah nyata. Kamu tidak lebay karena merasa tertekan. Kamu hanya sedang berada di hubungan yang salah cara.
Cinta yang sehat tidak membuatmu takut kehilangan setiap saat. Cinta yang sehat membuatmu merasa aman, bahkan saat sedang berbeda pendapat.
Kalau setiap masalah selalu diakhiri dengan ancaman, mungkin yang perlu dipertanyakan bukan seberapa kuat kamu bertahan, tapi seberapa layak hubungan itu dipertahankan.