Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bahasa gaul merupakan cerminan perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat modern, khususnya di era digital. Istilah istilah baru muncul untuk menggambarkan fenomena yang sebelumnya sulit dijelaskan dengan satu kata. Media sosial menjadi ruang utama penyebaran bahasa gaul karena interaksi berlangsung cepat dan melibatkan banyak orang. Salah satu istilah yang sering muncul dalam percakapan daring adalah Canceled, sebuah kata yang berkaitan dengan penilaian sosial terhadap individu atau pihak tertentu.
Dalam konteks bahasa gaul, Canceled digunakan untuk menyebut kondisi ketika seseorang dianggap tidak relevan karena kesalahan besar yang dilakukan. Kesalahan tersebut bisa berupa tindakan, pernyataan, atau sikap yang dianggap melanggar nilai sosial, etika, atau norma yang berlaku. Saat seseorang disebut Canceled, artinya ia kehilangan dukungan publik dan kepercayaan dari banyak orang.
Istilah Canceled berkaitan erat dengan fenomena cancel culture yang berkembang di media sosial. Melalui platform digital, pengguna dapat dengan cepat menyuarakan kritik dan kekecewaan. Ketika kesalahan besar terungkap, reaksi publik sering kali masif dan berujung pada penolakan kolektif. Dalam situasi ini, Canceled menjadi label yang melekat dan sulit dihilangkan.
Penggunaan kata Canceled tidak hanya berlaku untuk figur publik seperti selebritas atau influencer. Individu biasa, merek, atau karya tertentu juga bisa disebut Canceled jika dianggap tidak lagi pantas mendapat perhatian. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh opini publik di era digital, di mana reputasi dapat berubah dalam waktu singkat.
Menariknya, istilah Canceled sering digunakan secara santai dalam percakapan sehari hari, meskipun maknanya cukup serius. Kadang kata ini dipakai sebagai candaan untuk menggambarkan kesalahan kecil, namun dalam konteks tertentu, dampaknya nyata dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan penggunaan bercanda dan penggunaan yang benar benar mencerminkan penolakan sosial.
Dari sisi lain, fenomena Canceled juga memicu diskusi tentang keadilan dan kesempatan kedua. Tidak sedikit pihak yang menilai bahwa pelabelan ini terlalu keras dan tidak memberi ruang untuk belajar dari kesalahan. Namun, ada pula yang melihatnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial agar individu lebih berhati hati dalam bersikap.
Pada akhirnya, Canceled sebagai istilah gaul mencerminkan dinamika kekuasaan opini di dunia digital. Kata ini menjadi simbol bagaimana kesalahan besar dapat memengaruhi relevansi seseorang di mata publik. Memahami arti dan konteks Canceled membantu kita lebih bijak dalam berinteraksi serta menyadari dampak dari setiap tindakan di ruang publik.