Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kita habiskan lebih dari delapan jam sehari di kantor. Ketemu rekan kerja hampir setiap hari. Curhat soal deadline. Ngopi bareng. Lembur bareng. Ketawa bareng.
Kadang tanpa sadar, kedekatan itu berubah jadi sesuatu yang lebih dari profesional.
Pertanyaannya, seberapa sering sih selingkuh dengan teman sekantor itu terjadi?
Beberapa survei internasional tentang perselingkuhan menunjukkan bahwa tempat kerja termasuk lokasi paling umum terjadinya affair. Data yang sering dikutip dari platform hubungan seperti Institute for Family Studies dan berbagai survei hubungan menunjukkan bahwa sekitar 20 sampai 40 persen perselingkuhan berawal dari lingkungan kerja.
Angkanya tidak kecil.
Pertama, intensitas pertemuan tinggi. Kamu melihat dia hampir setiap hari. Dibandingkan dengan pasangan di rumah yang mungkin sibuk dengan rutinitas masing-masing, rekan kerja justru hadir di momen stres dan pencapaian.
Kedua, ada kedekatan emosional. Curhat soal atasan galak atau target yang bikin pusing bisa menciptakan bonding. Dari empati, jadi nyaman. Dari nyaman, jadi keterikatan.
Ketiga, batasan sering kali samar. Awalnya hanya makan siang berdua. Lama-lama jadi saling kirim pesan di luar jam kerja.
Dalam kajian psikologi hubungan yang juga dibahas oleh American Psychological Association, kedekatan emosional tanpa batas jelas bisa memicu emotional affair sebelum berubah menjadi fisik.
Dan yang lebih berbahaya, pelakunya sering merasa ini bukan selingkuh. Padahal pasangan di rumah mungkin merasakannya berbeda.
Selingkuh dengan teman sekantor bukan hanya berisiko menghancurkan hubungan pribadi. Karier juga bisa terdampak.
Kalau hubungan itu terungkap, suasana kerja bisa jadi canggung. Konflik profesional bisa tercampur dengan drama pribadi. Bahkan di beberapa perusahaan, hubungan yang melanggar etika bisa berujung pada sanksi.
Belum lagi reputasi.
Sekali label itu menempel, sulit hilang.
Bukan berarti kamu tidak boleh dekat dengan rekan kerja. Tapi penting untuk sadar batas.
Tanya pada diri sendiri
Apakah aku nyaman kalau pasangan tahu semua percakapan ini
Apakah aku mulai menyembunyikan sesuatu
Kalau jawabannya iya, mungkin kamu sudah melewati garis tipis itu.
Karena selingkuh jarang dimulai dari niat besar. Biasanya dimulai dari kedekatan kecil yang dibiarkan terlalu jauh.
Hati hati. Kantor itu tempat cari nafkah. Jangan sampai berubah jadi tempat kehilangan segalanya.