Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Tips Percintaan

Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan

Hukum Pacaran di Bulan Ramadhan
0

Bulan Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbaiki perilaku dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Islam, puasa diwajibkan untuk meningkatkan ketakwaan serta menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang bisa mengurangi pahala ibadah.

Pertanyaan soal pacaran selama Ramadhan sering muncul terutama di kalangan muda. Karena budaya pacaran modern berbeda dengan konsep hubungan yang diajarkan dalam Islam, penting untuk memahami apa yang dibolehkan dan apa yang perlu dihindari.

Pacaran Tidak Dilarang Secara Teknis, Tapi…

Secara teknis, pacaran itu sendiri tidak membatalkan puasa selama aktivitas itu tidak melibatkan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, atau hubungan intim di siang hari. Jadi secara formal puasa tetap sah.

Namun, Islam tidak mengenal konsep “pacaran” seperti budaya modern yang umum ada sekarang. Dalam ajaran Islam, interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram harus dijaga batasannya. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa seorang laki-laki tidak boleh berduaan dengan wanita bukan mahram tanpa ada orang ketiga.

Selain itu, melakukan tindakan seperti berpegangan tangan, tatap mata terlalu lama dengan syahwat, atau menutup ruang yang bisa menimbulkan syahwat termasuk perilaku yang sebaiknya dihindari.

Hukumnya Menurut Fatwa Ulama

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang berpacaran selama Ramadhan. Namun, perilaku ini tetap berpotensi mengurangi pahala puasa jika menyangkut perbuatan yang mendekatkan diri pada dosa atau maksiat.

Ulama salaf juga menegaskan bahwa puasa yang tidak mampu menahan pelakunya dari hal-hal yang haram atau godaan hanya merupakan puasa yang “kurang sempurna.” Selama Ramadhan, maksiat cenderung berdosa lebih berat karena waktu yang dimuliakan.

Dampak Negatif Terhadap Ibadah

Pacaran sering kali melibatkan fokus pada hubungan daripada ibadah. Hal ini bisa mengurangi kekhusyukan dalam shalat, dzikir, dan kegiatan spiritual lain di bulan Ramadhan yang seharusnya penuh berkah.

Selain itu, perbuatan yang dapat menyebabkan rangsangan syahwat atau dorongan untuk melanggar batasan syariat dapat mengurangi pahala dan bahkan memicu dosa.

Intinya

  • Pacaran tidak otomatis membatalkan puasa, selama tidak ada hal yang membatalkan secara syariat.
  • Islam tidak mengajarkan pacaran seperti budaya modern. Interaksi harus dijaga sesuai adab.
  • Pacaran yang mengarah pada maksiat bisa mengurangi pahala dan kualitas puasa.
  • Batasan dan kontrol diri adalah bagian penting dari ibadah Ramadhan.

Sebagai umat Islam, menjalani Ramadhan dengan menjaga adab dan etika bukan sekadar tentang menahan lapar, tetapi juga menahan hawa nafsu, ucapan, dan tindakan yang bisa menggugurkan pahala puasa.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post